Round-Up

Trauma Berat Korban Pemerkosaan Raffi Idzamallah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 05:50 WIB
Polisi: Pemerkosa Perempuan di Bintaro Awalnya Berniat Curi Blower AC
Foto: (Jehan Nurhakim)
Jakarta -

Kejadian pahit pemerkosaan yang dialami oleh AF (24) menimbulkan trauma mendalam. Apalagi, pelaku pemerkosaan berkeliaran bebas selama satu tahun lamanya setelah kejadian itu.

Peristiwa traumatis itu terus menghantuinya. Sehingga AF pun memutuskan untuk pindah rumah agar bisa melupakan kejadian itu.

"Saya rasa AF cukup stres sampai pindah rumah, dia trauma. Kalau dia berani sampai pindah rumah artinya dia cukup trauma ya," kata Abraham Sridjaja selaku kuasa hukum AF saat dihubungi detikcom, Selasa (11/8/2020).

Terlebih, setelah mengetahui tempat tinggal pelaku cukup dekat dari rumahnya, AF kian trauma. AF dibayangi rasa takut, apalagi saat itu pelaku tak kunjung ditangkap.


"Karena pelaku sama korban ini gak jauh tinggalnya. Setelah dia (AF) tahu informasi dan lain-lain, ternyata pelaku orangnya ini ada yang kenal dengan komunitas ini, sehingga dia takut dan pindah rumah," beber Abraham.

Abraham tidak mengetahui sejak kapan AF pindah rumah. Namun menurutnya, AF memutuskan pindah rumah karena ingin melupakan peristiwa kelam yang dialaminya di masa silam.

"Sekarang dia tidak mau diwawancara, dia trauma. Dia mau 'get over with this'," tuturnya.

Abraham menambahkan, AF juga menaruh harapan besar dalam penuntasan kasus ini. Dia berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Tonton video 'Pelaku Pemerkosaan di Bintaro yang Viral Ditangkap!':

[Gambas:Video 20detik]



"Harapan AF tentu agar pelaku mendapat hukuman yang berat yang setimpal dengan perbuatannya," lanjut Abraham.

Abraham mengapresiasi polisi yang telah menangkap dan menahan tersangka. Ia berharap ke depan polisi memberikan atensi khusus terhadap kasus-kasus serupa.

"Agar kejadian pelecehan seksual, perkosaan, pembunuhan itu kan sesuatu yang nggak bisa didapat kembali, sehingga harapan kami ini agar jadi atensi kepolisian," tuturnya.

Abraham menceritakan, dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukum AF pada Sabtu (8/8) siang. Pada siang itu juga, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan.

"Saya telepon penyidik, koordinasi terkait pelaku dan malam itu pelaku ditangkap dan langsung ditahan. Dan pelaku juga mengaku telah melakukan. Kami mengapresiasi dan terima kasih ke Kapolres (AKBP Iman Setiawan) karena pelaku sudah ditangkap," lanjutnya.

Kembali ke kasus, tersangka Raffi Idzamallah akhirnya ditangkap polisi setelah hampir 1 tahun berkeliaran, tepatnya Minggu (9/8) dini hari di Jl Swadaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Jauh sebelum Raffi Idzamallah ditangkap, korban sudah mencari tahu dan mendapatkan data-data tersangka, jauh sebelum polisi menangkapnya.

Abraham pun mengungkap bagaimana awalnya korban bisa melacak pelaku. Didorong rasa ingin mendapatkan keadilan yang kuat, korban menelusuri jejak pelaku dari kesaksiannya sendiri.

AF mengingat ciri-ciri pelaku dan mulai melakukan pencarian petunjuk CCTV di sekitar rumahnya. Beruntungnya, sebuah kamera CCTV menangkap gambar sosok pelaku saat itu.

"Banyak yang bertanya-tanya, AF kok bisa tahu nama pelaku sih? Jadi korban ini setelah kejadian itu mencari rekaman CCTV di sekitar rumahnya," kata Abraham Sridjaja selaku kuasa hukum AF kepada detikcom, Selasa (11/8/2020).


"Dari CCTV dulu, nah mungkin AF ingat baju yang digunakan pelaku pada saat itu," sambungnya.

Tidak lama setelah kejadian itu, AF mendapatkan direct message dari sebuah akun Instagram yang diduga kuat milik pelaku ke Instagram miliknya. AF kemudian meminta bantuan temannya di Singapura untuk mencari tahu soal akun yang menerornya soal pemerkosaan itu.

"Karena dari Instagram yang DM AF ini kan (akun) palsu tuh, kemudian ada salah satu yang follow akun IG pelaku. AF ini meminta tolong kepada temannya di Singapura, di-track-lah 'oh ini si ini follow ini... ini...', sehingga ketemulah yang namanya Raffi Idzamallah," jelasnya.

Identitas pelaku yang diperoleh AF ternyata valid. Hasil penyelidikan polisi juga menunjukkan data-data yang dimiliki AF soal pelaku sinkron dengan data yang diperoleh polisi.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono mengatakan bahwa adanya DM dari pelaku juga menjadi titik terang polisi untuk mengungkap kasus yang sudah berjalan selama 1 tahun itu.

"Alhamdulillah (karena) beberapa bulan lalu pelaku ini mengirimkan pesan ke media sosial korban, dari adanya pesan ini kami menemukan titik terang," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharaam Wibisono dalam jumpa pers di kantornya, Jl Promoter, Tangerang Selatan, Senin (10/8).

Polres Tangsel dibantu Tim Cyber Mabes Polri mendapatkan data-data tersangka. Data-data yang diperoleh polisi ternyata cocok dengan data yang diungkap korban di media sosial.

"Ternyata data-data ini sinkron dengan identitas ini dan kita lakukan pencarian terhadap pelaku dan pelaku dapat kami amankan pada Minggu (9/8) dini hari," katanya.

Raffi Idzamallah kemudian ditangkap polisi di Jl Swadaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Minggu (9/8) dini hari. Raffi Idzamallah kini ditahan di Polres Tangsel.

(mei/mei)