Megawati: Paslon Terpilih Sering Lupa Diri, Bukannya Kerja Sama Malah Pecah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 13:30 WIB
Jokowi hadiri acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara. Sejumlah tokoh nasional dan para menteri turut hadiri acara itu
Megawati Soekarnoputri (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar pasangan calon kepala daerah yang nantinya terpilih tidak bertikai. Sebab, kata Megawati, pecah kongsi antara pasangan kepala daerah itu kerap terjadi.

"Karena kami memilih pasangan, jangan ribut. Seringkali kalau udah jadi lupa diri. Entah yang mana apa yang bupatinya atau wakil bupati nya atau kebalikannya antara berdua ini bukannya bekerja sama dengan solid tetapi sudah mulai pecah, pecah," kata Megawati dalam pengumuman rekomendasi calon kepala daerah yang disiarkan di kanal YouTube PDIP, Selasa (11/8/2020).

Megawati lantas bicara soal tidak adanya sanksi dari partai bagi kepala daerah yang melakukan kesalahan. Dia pun menyayangkan hal itu.

"Kalian boleh saja senang tidak ada yang namanya apa, sanksi. Jadi kalau itu saya sendiri saya suka jengkel karena kalau di struktur ada sanksi. Di legislatif ada sanksi, kita bisa ganti dengan PAW tetapi eksekutif tidak. Ini pasti kalau ada yang pikiran jelek udah senang 'rupanya ini kita nggak bisa diberikan sebuah sanksi'," tuturnya.

Megawati lalu mencontohkan soal kepala daerah di Sumatera Utara yang tersandung kasus hukum. Seperti diketahui setidaknya ada 9 kepala daerah di Sumut yang terjerat korupsi.

"Tapi belum tentu. Republik ini pintar. Suatu saat kejadian begini terus, pasti akan diubah undang-undangnya. Bahwa yang namanya ekesekutif juga dapat, dapat harusnya diberikan sanksi. Tapi kan ndak enak. Coba, seperti Sumatera Utara. Coba itu tadi satu rengreng banyak sekali, to. Tolong dipikir, tolong diingat, berapa gubernur yang kena, berapa wali kota yang kena. Semuanya urusannya adalah masalah hukum. Coba saja dilihat," kata Megawati.

Lebih lanjut, Megawati pun menekankan para kepala daerah harus memahami tata kelola pemerintahan. Dia meminta calon kepala daerah yang diusung PDIP mengikuti sekolah partai.

"Perlu juga seni memimpin birokrasi, mengerti aspek perencanaan kebijakan dan menjalankannya melalui kepemimpinan yang eketif, yang semuanya akan diajarkan nanti dalam sekolah partai. Ikuti sekolah partai itu dengan baik," pungkasnya.

Tonton juga video 'Pesan Megawati Bagi Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)