Round-Up

Pasang Surut PA 212 dengan Prabowo Bak Benang Kusut

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 07:47 WIB
Bakal capres Prabowo Subianto telah menandatangani pakta integritas yang dibuat Ijtimak Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).. Usai penandatanganan, Prabowo dan para ulama bergandengan tangan bersama.
Prabowo Subianto. (Foto: Rifkianto Nugroho)

Slamet Ma'arif menilai Prabowo sudah finish. Dia menegaskan hubungan PA 212 dengan Gerindra sudah selesai pasca-Pilpres 2019. Begitupun perihal dukungannya terhadap Prabowo saat ini.

"Kita kemarin dukung PS full karena hasil Ijtima Ulama untuk pilpres. Jadi pilpres selesai, ya sudah, selesailah," ucap Slamet, Senin (10/8/2020).

"Tetapi, dengan pribadi atau kawan-kawan Gerindra sesama anak bangsa, ya kita masih bersahabatlah untuk saling mengingatkan sesama saudara," sambungnya.

Begitu pula Pilpres 2024. Slamet mengatakan PA 212 akan berpikir 1.000 kali untuk mendukung Prabowo lagi, jika Menteri Pertahanan itu maju Pilpres 2024 nanti.

Menurut Slamet, sudah seharusnya Pilpres 2024 diisi generasi muda. Dia pun berharap Prabowo memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berlaga di Pilpres 2024 nantinya.

"Kami sendiri harus berpikir 1.000 kali untuk dukung beliau lagi nanti. Insyaallah 2024 tahunnya generasi muda untuk pimpin negeri ini," imbuhnya.

Alasan berpikir 1.000 kali itu adalah PA 212 memiliki banyak catatan untuk Prabowo. Ketika ditanyakan mengapa seribu kali berpikir sebelum mendukung Prabowo di 2024, Slamet menyinggung soal pergelaran Pilpres 2019. Catatan itu termasuk bergabungnya Prabowo ke pemerintah Presiden Jokowi.

"Termasuk gabung dengan pemerintah Jokowi," ucap Slamet.

Sementara itu, Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahamd menganggap pernyataan Slamet Ma'arif hanya sebuah pendapat. Dia menyebutkan, jika Slamet Ma'arif ingin mengajukan calon lain, ia dipersilakan untuk membuat partai sendiri.

"Pendapat itu boleh-boleh saja, tetapi kita Gerindra punya mekanisme sendiri dan mekanisme itu diatur sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai Gerindra. Ya kalau Pak Slamet Ma'arif mengatakan Pak Prabowo sudah selesai mungkin berbeda pendapat dengan kader Partai Gerindra. Kami juga menghargai apabila kemudian Pak Slamet Ma'arif berpikir untuk membuat partai sendiri," Dasco saat dihubungi terpisah.

Dasco juga menanggapi usulan Slamet Ma'arif untuk mencalonkan kader muda di Gerindra tidak sesuai dengan apa yang diputuskan partai. Dasco menegaskan pencalonan dari Gerindra mengikuti mekanisme yang setelah ditetapkan.

Halaman

(idn/lir)