Prabowo Dianggap Finish, PAN Punya Hatta Rajasa-Zulkifli Hasan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 17:48 WIB
Ketua Umum PAN terpilih Zulkifli Hasan resmi menutup kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2/2020).
Hatta Rajasa-Zulkifli Hasan (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Persaudaraan Alumni (PA) 212 menilai peluang Ketum Gerindra Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden (capres) sudah selesai atau finis dan menawarkan sejumlah tokoh, seperti Habib Rizieq Syihab dan Ustaz Abdul Somad (UAS). PAN juga ikut menawarkan kader-kader terbaiknya.

Pernyataan PA 212 soal sejumlah kandidat capres menanggapi soal Prabowo yang kembali dikukuhkan menjadi Ketum Gerindra. Prabowo juga diminta kader Gerindra kembali maju sebagai capres di Pemilu 2024.

"Dari sisi konstitusi, dia (Prabowo) tetap bisa maju selama memenuhi persyaratan. Soal dukungan, tentu itu diserahkan kepada masyarakat untuk menilai," ujar Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay dalam perbincangan, Senin (10/8/2020).

Apalagi Prabowo juga merupakan ketua umum dan memiliki konstituen yang akan memilihnya jika kembali maju sebagai capres.

"Prabowo itu punya partai. Punya konstituen. Jika nanti pada pilpres, masyarakat kasih dukungan, ya masih bisa aja maju. Yang penting tidak ada persyaratan yang dilanggar. Apakah akan dipilih? Itu hak masyarakat untuk menentukan," kata Saleh.

Soal PA 212 yang memunculkan sejumlah nama untuk maju di Pilpres, PAN menilai itu sah-sah aja. Asalkan, kata Saleh, calon yang diajukan PA 212 punya dukungan dari parpol atau gabungan parpol.

"Kalau ada calon lain yang ingin diajukan, itu juga boleh saja. Yang penting ada dukungan dari partai-partai politik," sebut anggota DPR RI itu.

"Kalau PA 212 mau mengusung nama-nama tersebut, tentu kami akan dengan senang hati untuk memikirkannya. Yang jelas, dari sisi kapasitas, mereka ini sudah teruji. Tinggal dicarikan satu pasangan yang pas untuk diusung pada pilpres nanti," tambah Saleh.

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Wasekjen PANKetua DPP PAN Saleh Daulay (Foto: Dok. Pribadi).

Saleh kemudian menyebut sejumlah senior PAN yang dianggap berpeluang maju sebagai capres. Mulai dari sang ketua umum, Zulkifli Hasan (Zulhas), hingga Ketua Dewan Kehormatan PAN Soetrisno Bachir dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Hatta Rajasa.

"Apakah ada calon lain yang bisa diusung? Menurut saya banyak. Kalau sekadar menyebut nama, di PAN pun banyak yang masih bisa diajukan. Ada ketua umum kami, Zulkifli Hasan, Hatta Rajasa, Soetrisno Bachir, dan lain-lain," ucap Saleh.

Sementara itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno menyatakan PAN akan memilih capres yang sesuai dengan kriteria mereka. Ia juga menyebut pihaknya akan menawarkan kader-kader andalan PAN di Pilpres 2024.

"Karena itu di 2024 nanti PAN akan memilih calon pemimpin yang terbaik diantara yang terbaik, yang berpengalaman dalam kepemimpinan pusat maupun daerah, yang mempunyai rekam jejak bersih, merakyat dan tentu pro reformasi," kata Eddy, dalam keterangannya.

"Di atas semuanya kami akan berusaha menghadirkan dan menawarkan kader kader PAN untuk maju dalam kontestasi politik nasional. Tahun 2024 nanti adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa Kader PAN juga mampu memberikan ide, solusi, dan tentu tindakan nyata untuk mengatasi masalah masalah kebangsaan kita saat ini," tambah dia.

Mengenai nama Habib Rizieq hingga UAS yang ditawarkan PA 212, Eddy menyebut belum ada komunikasi politik PAN terkait hal itu. PAN menurutnya masih fokus untuk membantu pemerintah di masa pandemi virus Corona (COVID-19) itu.

"Belum ada komunikasi apa pun dengan Habib Rizieq maupun Ustaz Abdul Somad. Saat ini fokus PAN adalah konsolidasi internal dan kader di seluruh Indonesia fokus bahu membahu bersama semua pihak mendukung pemerintah mengatasi COVID-19 dan ancaman resesi ekonomi," papar Eddy.

Sebelumnya, PA 212 menanggapi perihal sikap Gerindra meminta Prabowo Subianto untuk kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2024. Bagi PA 212, yang pernah mendukung Prabowo, Ketum Gerindra itu sudah selesai dan berharap ada calon lain yang lebih muda.

"Bagi kami, PS (Prabowo Subianto) sudah selesai, masih banyak kader muda yang layak pimpin negeri ini ke depan, 2024 saatnya yang muda yang berkarya," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif kepada wartawan, Minggu (9/8).

Slamet mengatakan banyak kader Gerindra yang lebih muda untuk memimpin Indonesia. Serta dari partai lain atau dari kalangan profesional. Slamet mengatakan banyak tokoh muda yang berpotensi untuk dicalonkan pada 2024. Seperti Sandiaga Uno, Anies Baswedan, hingga Habib Rizieq Syihab.

"Banyak tokoh muda ada SSU (Sandiaga Salahudin Uno), Wagub DKI (A Riza Patria), Gubernur DKI (Anies Baswedan), Gym, UAS (Ustaz Abdul Somad), HRS (Habib Rizieq Syihab), dan lain-lain," ungkap Slamet.

(elz/gbr)