Sempat Safari ke Parpol, GNPF Ulama Sumut Kini Minta Pilkada Medan Ditunda

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 13:59 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Ilustrasi Pilkada (Zaki Alfarabi/detikcom)
Medan -

GNPF Ulama Sumut sempat bersafari ke partai politik (parpol) menjelang Pilkada Medan. Namun mereka meminta Pilkada Medan ditunda dengan alasan pandemi Corona.

"Sekarang kita harus meninjau ulang Pilkada Medan terkait pandemi Corona. Sekarang itu Pokja, saya selaku ketua Pokja, dan GNPF secara lembaga juga sudah meminta kepada pihak terkait untuk menunda Pilkada itu," tutur Wakil Ketua GNPF Ulama Sumut Tumpal Panggabean, Senin (10/8/2020).

Dia menilai Pilkada tidak bisa digelar karena Medan masuk zona merah Corona. GNPF, katanya, bakal membuat somasi ke KPU.

"Dalam waktu dekat kita akan coba mensomasi KPU, Bawaslu, Pemko, dan Pemprov untuk meminta penundaan pilkada ini. Itu yang sekarang sedang kita suarakan. Tidak lagi bicara politik itu secara utuh, tapi soal keselamatan rakyat atau masyarakat kota Medan secara keseluruhan," kata Tumpal.

Tumpal mengaku khawatir kampanye di Pilkada Medan malah membuat penyebaran virus Corona makin meluas. Dia mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab jika virus Corona makin meluas gara-gara kegiatan pilkada.

"Coba bayangkan kalau pilkada itu tetap berjalan, ada 100 lebih kelurahan yang terus bergerak secara masif, terus bergerak masing-masing konsolidasi. Kita tau berapa ribu nanti TPS yang ada di kota Medan, dan semua proses kampanye itu kan tim-tim itu tetap bergerilya dan ini kan siapa yang menggaransi? Lalu nanti kalau ada klaster baru, klaster pilkada, siapa yang mau bertanggung jawab?" ucap Tumpal.

Dia juga menilai penundaan pilkada penting untuk mengurangi potensi golput. Masyarakat dinilai tak akan ramai datang ke TPS gara-gara khawatir virus Corona.

"Bukan hanya dana, kita ingin pilkada ini punya legitimasi yang besar. Kita tidak ingin terulang beberapa tahun yang lalu ketika hanya di bawah 30 persen persentase pemilih. Terburuk di Indonesia. Apakah ini harus diulangi lagi? Plus risiko, kalau dulu tak ada risiko loh. Dulu hanya apatis masyarakat. Tapi sekarang kita dihadapkan horor gitu loh. Kita tidak tau di mana virus," jelasnya.

Tonton video 'Jokowi Tak Ingin Pilkada 2020 Jadi Klaster Baru Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2