Pria yang Perkosa-Bakar Bocah di NTB Terancam Hukuman Seumur Hidup

Faruck - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 13:16 WIB
RD, tersangka pemerkosa dan pembakar bocah 7 tahun di Dompu, NTB. (Foto: Faruck/detikcom)
RD, tersangka pemerkosa dan pembakar bocah 7 tahun di Dompu, NTB. (Faruck/detikcom)
Dompu -

Polres Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menetapkan RD (18) sebagai tersangka dalam kasus pemerkosaan dan pembakaran terhadap bocah perempuan berumur 7 tahun. RD pun terancam hukuman seumur hidup.

"Ancaman hukumannya seumur hidup," kata Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayatullah, yang didampingi Kasat Reskrim AKP Ivan Roland C, di Mapolres Dompu, NTB, Senin (10/8/2020).

Syarif menyebut pelaku diganjar pasal berlapis akibat perbuatannya yang menyetubuhi lalu membunuh korbannya. RD dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 187 ayat (3) KUHP.

"Kita kenakan pasal berlapis terhadap tersangka. Nanti akan dibuktikan di pengadilan tentang pasal yang kita ganjar ini," ungkapnya.

Syarif mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah polisi memeriksa beberapa saksi, dari orang tua korban hingga pelaku.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap setelah polisi memeriksa RD dalam kasus kebakaran yang menewaskan bocah perempuan berumur 7 tahun di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban ternyata sengaja dibakar oleh pelaku RD (18).

RD tega memperkosa bocah perempuan (7), lalu membakarnya yang 'diskenariokan' sebagai korban kebakaran. Pelaku bahkan tidur di dekat lokasi kejadian setelah melakukan kejahatan.

"Awalnya, pelaku kita periksa sebagai saksi. Karena saat kejadian dia tidur di emperan rumah warga dekat lokasi kebakaran," kata Kasat Reskrim, AKP Ivan Roland C kepada wartawan, Selasa (4/8).

RD kemudian mengakui memerkosa korban hingga tak sadarkan diri. RD tak bisa mengelak ketika polisi menemukan sisa bercak cairan putih di celana dan sekitar kemaluan RD setelah diperiksa.

Sebelum memerkosa korban, RD mengaku meminum alkohol bersama dua rekannya. Hanya, seusai pesta miras yang dilakukan tak jauh dari rumah korban, kedua rekannya pulang ke rumah masing-masing. Namun RD justru memiliki niat jahat kepada korban.

Sekitar pukul 03.00 dini hari, RD kemudian masuk ke rumah korban yang sedang tidur sendirian. Sementara kedua orang tua korban tidur di kios kecil tempat mereka berjualan, yang tak jauh dari rumah.

Karena panik, RD membakar karpet dan gorden yang menyebabkan rumah terbakar dan menewaskan korban. RD pun kemudian ditangkap.

(mae/mae)