Mega-Prabowo Dinilai Sudah Move On dari Batu Tulis demi Pilpres 2024

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 10:53 WIB
Hendri Satrio
Hendri Satrio (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensat) menilai kehadiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra sebagai sebuah nostalgia politik. Hensat menyebut kehadiran Megawati sebagai sinyal koalisi PDIP dan Gerindra pada pemilu mendatang.

Hensat awalnya memaparkan sifat orang Indonesia yang kata dia mudah lupa dan suka bernostalgia. Dia menyebut kehadiran Megawati dalam KLB Gerindra bisa dikatakan cerminan dari sifat tersebut.

"Memang menarik kehadiran Megawati pada saat pengukuhan Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra ya. Kalau saya melihatnya seperti ini, ini sebagai orang Indonesia, orang Indonesia itu sifatnya mudah lupa, mudah memaafkan dan suka nostalgia. Megawati hadir di acara Gerindra ini memanfaatkan suka nostalgianya orang Indonesia," kata Hensat kepada wartawan, Minggu (9/8/2020).

Hensat mengatakan pertemuan itu juga bisa dikaitkan dengan peluang koalisi Gerindra dan PDIP pada Pilpres 2024. Namun pakar politik Universitas Paramadina itu juga menyinggung peluang koalisi Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres nanti.

"Sehingga kalau kemudian menyatakan memprediksi apakah ini merupakan ini penjajakan koalisi ya mungkin saja, walaupun mereka belum pernah menang. Jadi kalau PDIP dan Gerindra belum pernah menang (pilpres)," tutur Hensat.

"Justru menurut saya kalau secara sejarah sebelumnya kan AHY ketemu dengan Mbak Puan beberapa hari yang lalu justru kalau PDIP dengan Demokrat kalau berkoalisi ini dua-duanya partai yang sejarah menang dalam pilpres. Menurut saya justru dalam sejarah lebih kuat Demokrat dan PDIP, tapi kalau kemudian mereka penjajakan lagi PDIP Gerindra ya mungkin saja, kan selama ini kita mendengar calon presiden mereka mungkin Prabowo-Puan kan digadang-gadang ya bisa saja itu terjadi," sambungnya.

Lebih lanjut, Hensat menilai kehadiran Presiden ke-5 RI juga sebagai angin segar dalam perpolitikan Indonesia. Hensat menyebut Gerindra juga sudah sepenuhnya diterima di koalisi pemerintah.

"Nah, tapi yang jelas kehadiran Megawati jelas merupakan angin segar bagi perpolitikan Indonesia, artinya Gerindra sudah sepenuhnya diterima sebagai bagian dari koalisi pemerintah," sebutnya.

Tonton video 'Megawati Beri Sambutan di KLB Gerindra, Sinyal Koalisi di 2024?':

[Gambas:Video 20detik]