Prabowo Kembali Jadi Ketum Gerindra, Tak Ada Kader Penerus?

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 21:57 WIB
Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Foto: Dahnil Anzar Simanjuntak (Lisye-detikcom).
Jakarta -

Prabowo Subianto kembali dikukuhkan menjadi Ketua Umum Partai Gerindra. Apakah Partai Gerindra memiliki masalah pengkaderan?

Juru Bicara Ketua Umum Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan, ada banyak kader dan tokoh yang mumpuni di partainya. Namun, seluruh kader tetap mempercayakan Prabowo sebagai ketua umum.

"Yang jelas detik ini Gerindra punya banyak sekali kader, jadi tersebar, tokoh juga. Namun kepercayaan diberikan teman-teman Gerindra di akar rumput itu masih kepada Pak Prabowo," ujar Dahnil di acara KLB Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).

Menurutnya, dikukuhkannya kembali Prabowo sebagai ketua umum bukan berarti tidak ada kaderisasi. Menurutnya, ini merupakan kepercayaan dari para kader kepada Prabowo.

"Bukan masalah kaderisasi tidak tumbuh, tapi ini masalah kepercayaan yang diberikan oleh grassroot Partai Gerindra," katanya.

Lebih lanjut, Dahnil mengatakan, berencana mengajukan ke Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai partai yang pertama mengadakan kongres secara virtual. "Peserta yang hadir di kongres kali ini itu hanya terdiri dari DPD atau pimpinan tingkat provinsi. Diwakili oleh ketua dan sekretaris dan bendahara yang hadir, pada hari ini itu sekitar 100 orang totalnya," katanya.

"DPC mengikuti scara virtual di masing-masing daerah. Jadi kalau kami boleh sebutkan, maka Partai Gerindra adalah partai pertama yg melakukan kongres secara virtual. Sayangnya kami belum mengajukan museum of record. Kami akan kominiksi dengan Pak Jaya Suprana (Pendiri MURI) apakah ini kemudian akan diberika museum of record," sambungnya.

Dahnil mengatakan, Partai Gerindra pantas mendapatkan penghargaan tersebut. "Saya sudah mulai komunikasi dengan Pak Jaya karena kami adalah partai pertama yang melakukan kongres secara virtual. Karena setahu saya belum ada partai yg melaksanakan kongres secara virtual. Kalau rakernas ada, kongres belum ada, yang jelas kami merasa pantas untuk dapat museum of the record. Nanti kami komunikasi dengan Pak Jaya Suprana," katanya.

(aik/aik)