Round-Up

Aksi Durjana Guru Ngaji Diduga Cabuli 5 Muridnya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 22:55 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual. (iStock)
Makassar -

Sungguh bejat kelakuan oknum guru ngaji Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia kini harus berurusan dengan polisi setelah diduga mencabuli sejumlah muridnya.

"Laporan orang tua korban sementara kita lidik (selidiki)," kata Kanit PPA Polrestabes Makassar AKP Ismail kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020).

Ismail mengungkapkan oknum guru mengaji diduga melakukan aksinya saat mengajari muridnya di Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Orang tua korban lalu mengambil langkah hukum setelah tahu kejadian ini.

"Jadi pada saat dia (korban) itu mengaji, itu guru ngajinya dia masukkan tangannya di balik sarungnya korban baru dia pegang-pegang alat vitalnya," terang Ismail.

Polisi kemudian turun tangan dengan meminta keterangan para korban dan mencari bukti lebih lanjut.

"Kalau tadi baru sebatas keterangan korban yang saya sampaikan, artinya harus diperkuat lagi. Karena cabul kan terkadang tidak ada bekas. Tapi meski begitu kami tetap upayakan visum korban," katanya.

Menurut dia, pokisi telah memeriksa 5 orang korban. Tiga korban di antaranya telah divisum.

"Saat ini kita sudah melakukan penanganan terhadap dugaan kasus pencabulan yang dilakukan memang oleh oknum guru mengaji. Korbannya saat ini sementara kita lakukan penyelidikan, ada 3 orang yang sudah melapor," ujar Ismail.

Polisi juga sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) dan 5 orang sudah dimintai keterangannya.

"Yang sudah diasesmen di sana (P2TPA) itu ada 5. Tapi yang baru melaporkan di sini (3 orang), dan kita sudah melakukan visum," katanya.

Namun, kata dia, hasil visum kepada para korban belum diterima polisi.

"Jadi anak-anak ini pada saat diajari mengaji, oknum guru mengajinya ini duduk di samping anak-anak tersebut, lalu kemudian guru mengaji ini memasukkan tangannya ke balik pakaiannya korban ini," ungkap Ismail.

Selanjutnya
Halaman
1 2