Begini Awal Para Murid Berani Bicara Aksi Cabul Guru Ngaji di Makassar

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 14:20 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto Ilustrasi (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Makassar -

LBH Apik Sulawesi Selatan, yang menjadi penasihat hukum murid yang diduga menjadi korban pencabulan guru ngaji di Makassar, mengungkap awal korban berani buka suara. Korban mengaku diberi Rp 2.000-5.000 agar tutup mulut.

Pengakuan ini disampaikan orang tua korban kepada LBH Apik Sulsel sesaat setelah anak mereka mengaku telah dicabuli oleh guru di tempatnya mengaji. Ada 6 yang sudah melapor ke LBH Apik.

"Kemarin waktu ibunya (korban) saya ambil keterangannya di kantor, itu katanya dikasihkan uang setelah kejadian itu. Dikasih uang Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, kadang juga tidak dikasih," ujar penasihat korban dari LBH Apik Sulsel, Nur Akifah saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (8/8/2020).

Cara pelaku memberi imbalan uang tunai itu diduga agar pelaku mudah melakukan aksi pencabulan. Selain itu, agar korban tidak buka suara.

"Mungkin itu modusnya ya, cara pelaku itu melakukan supaya mudah dia. Maksudnya anak-anak mungkin supaya diam dia tidak angkat suara. Jadi dia memberikan uang setelah melakukan itu (pencabulan)," katanya.

Meski LBH Apik Sulsel sudah menerima laporan 6 anak yang menjadi korban, tapi baru 3 orang yang melapor ke polisi. Menurut Afikah, tidak semua anak yang menjadi korban berani buka suara.

"Laporan awal datang ke kami itu hanya 1 orang korban. Hanya si A ini yang sementara diambil keterangannya, tapi besok harinya datang ibunya lagi untuk tanda tangan kuasa kepada kami dan menyampaikan bahwa ternyata ada korban selain dari anaknya," ungkapnya.

Afikah mengungkapkan, usai korban pertama melapor ke pihaknya, besoknya korban lain mulai buka suara bahwa mereka turut menjadi korban.

"Jadi arahan kami semua yang merasa anaknya dilecehkan atau menjadi korban ini untuk angkat bicara," tuturnya.

Tonton juga 'Belasan Siswa Jadi Korban Pelecehan Guru Honorer di Pasar Rebo':

[Gambas:Video 20detik]

Polisi sudah memeriksa 3 murid yang diduga menjadi korban oknum guru ngaji cabul di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kepada polisi para korban mengaku lebih dari sekali dicabuli.

"Jadi sebagian korban mengatakan bahwa dia sudah lebih dari 1 kali (dicabuli)," ucap Kanit PPA Polrestabes Makassar AKP Ismail saat ditemui wartawan di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Sabtu (8/8).

Tiga korban yang melapor divisum untuk menguatkan dugaan tindak pidana yang dilakukan pelaku. Namun hasil visum kepada para korban belum diterima polisi.

"Jadi anak-anak ini pada saat diajari mengaji, oknum guru mengajinya ini duduk di samping anak-anak tersebut, lalu kemudian guru mengaji ini memasukkan tangannya ke balik pakaiannya korban ini," ungkap Ismail.

(nvl/nvl)