Sejumlah Korban Ngaku Lebih dari Sekali Dicabuli Guru Ngaji di Makassar

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 13:13 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto Ilustrasi (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Makassar -

Polisi sudah memeriksa 3 murid yang diduga menjadi korban oknum guru ngaji cabul di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kepada polisi, para korban mengaku lebih dari sekali dicabuli.

"Jadi sebagian korban mengatakan bahwa dia sudah lebih dari 1 kali (dicabuli)," ucap Kanit PPA Polrestabes Makassar AKP Ismail saat ditemui wartawan di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Sabtu (8/8/2020).

Ismail mengatakan terlapor merupakan oknum guru mengaji di area perumahan para korban. Terlapor mengajari muridnya di halaman rumah dan kemudian hari di sela aktivitas mengajar ngaji dia diduga melakukan aksi pencabulan terhadap muridnya.

"Jadi korban-korban ini dititip oleh orang tuanya ke sana untuk belajar mengaji," ungkap Ismail.

Untuk memperkuat fakta-fakta penyelidikan, Unit PPA Polrestabes Makassar kini juga akan melihat sejauh mana dampak trauma kepada korban di kasus dugaan pelecehan seksual ini sehingga polisi melibatkan psikolog.

"Kami sudah koordinasi dengan psikolog, dan dia sudah memberikan juga secara singkat gambaran-gambarannya," katanya.

Selain itu, para korban telah diarahkan untuk menjalani visum dan tinggal menunggu hasilnya. Bila semua itu telah rampung, penyidik selanjutnya akan memanggil dan memeriksa oknum guru mengaji tersebut selaku terlapor.

"Itu kalau sudah ada semua tentu kita akan segera melakukan gelar perkara untuk ditindaklanjuti ke penyidikan," katanya.

(nvl/idh)