Punya Lab PCR Sendiri, Pemkot Bogor Siap Kebut Target 11 Ribu Swab

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 10:31 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dalam waktu dekat akan mengoperasikan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengakselerasi mitigasi infeksi COVID-19 di Kota Bogor. Wali Kota Bogor Bima Arya meminta RSUD memastikan kesiapan sistem sehingga bisa memenuhi target 11 ribu swab.

"Diulang tahun ke-6 (RSUD) ini, Pemkot Bogor mengumumkan kepada publik bahwa laboratorium PCR segera beroperasi di RSUD ini untuk memenuhi target kita 11 ribu swab sesuai standar WHO, yakni 1 persen dari jumlah penduduk. Sekarang sudah 8.400 swab, mungkin sekitar satu bulan lagi bisa 11 ribu ya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2020).

Bima menambahkan laboratorium PCR sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas uji diagnostik spesimen COVID-19. Meskipun diketahui COVID-19 tidak akan selesai dalam waktu dekat tapi laboratorium itu diperlukan untuk kasus lainnya yang serupa.

"Semoga RSUD bisa semakin mengakselerasi mitigasi infeksinya. Ketika satu orang ketahuan positif, ini kan ada detektif COVID-19 langsung bergerak, ada tracing kontaknya melalui unit lacak dan unit pantau. 2 x 24 jam muncul nama-nama ODP lalu kita tes swab dan hasilnya bisa kita ketahui segera karena ada Lab PCR di RSUD. Jadi, membuat sistem ini lebih terakselerasi, memaksa sistem bekerja. Insya Allah segera prosesnya kita percepat. Mudah-mudahan Minggu depan bisa dioperasionalkan Lab PCR ini," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir mengungkapkan saat ini proses pengoperasian laboratorium PCR di RSUD masih menunggu izin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan.

"Laboratorium PCR kita masih menunggu keluar izin. Sudah diajukan surat ke Dinkes Provinsi dengan bantuan dari Dinkes Kota Bogor. Nanti akan ada visitasi dari provinsi untuk diajukan ke Kemenkes, kemudian nanti keluar izin. Mudah-mudahan bisa cepat karena sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan diagnostik kami," terang Ilham.

Ia menambahkan jika sudah beroperasi kapasitas uji diagnostik maksimal bisa mencapai 200 spesimen per hari. "Jadi, hasil swabnya bisa keluar satu hari. Kapasitasnya nanti sekitar 96 spesimen untuk sekali running. Maksimal bisa 2-3 kali running, mudah-mudahan kemampuan diagnostik kita menjadi meningkat sehingga lebih mempermudah tracing dalam mitigasi serta fungsi RSUD lebih kompleks," ungkapnya.

Saat ini, RSUD Kota Bogor sudah menyiapkan 112 tempat tidur khusus untuk pasien COVID-19 yang dirawat. "Delapan tempat tidur di antaranya sudah memiliki ventilator dan tekanan negatif. Tempat tidur yang terisi ada 64 dari 112 kapasitas," jelas dia.

Sebagai informasi, sebelumnya Bima Arya bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau persiapan laboratorium PCR di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Jalan Semeru, Bogor Barat, Jumat (7/8/2020).

Dalam kesempatan itu, Bima Arya mengatakan sebagai penyintas COVID-19 dirinya tidak menyesal telah memutuskan untuk dirawat di RSUD Kota Bogor saat hasil tes menyatakan terkonfirmasi positif.

"Yakinilah tidak ada yang kebetulan, semua itu ada hikmahnya. Bayangkan, RSUD ini saya yang meresmikan gedungnya, saya pula jadi pasien Covid pertamanya disitu. Tapi lagi-lagi saya percaya bahwa semuanya itu sudah jalan-Nya," pungkas Bima.

(prf/ega)