Pengungkapan Sabu Malaysia 300 Kg di Kalsel Pengembangan Kasus Maret Lalu

M Risanta - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 17:03 WIB
Polda Kalsel merilis pengungkapan sabu 300 kg asal Malaysia yang coba diselundupkan ke Banjarmasin (M Risanta/detikcom)
Polda Kalsel merilis pengungkapan sabu 300 kg asal Malaysia yang dicoba diselundupkan ke Banjarmasin. (M Risanta/detikcom)
Banjarmasin -

Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menimbang ulang sabu asal Malaysia yang dicoba diselundupkan ke Banjarmasin. Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta mengatakan sabu selundupan tersebut beratnya 300 kilogram (kg).

"Semula kita taksir berat barang bukti itu 200 kg. Namun, setelah dilakukan penghitungan ulang, ternyata bobotnya 300 kg. Ini merupakan tangkapan besar sebagai kado di Hari Kemerdekaan kita yang ke-75," ungkap Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta saat menggelar jumpa pers di halaman Mapolda Kalsel, Jumat (7/8/2020).

Upaya penyelundupan tersebut digagalkan operasi tim gabungan Satgassus Merah Putih Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polda Kalsel. Sabu ditemukan di salah satu halaman parkir hotel di bilangan Banjarmasin pada Kamis (6/8) pukul 10.00 Wita yang dibawa dua orang pria yang diduga kuat anggota sindikat narkoba internasional.

Penimbangan ulang dilakukan di Mapolda Kalsel pada Kamis (6/8) dengan disaksikan langsung Kapolda dan Propam Polda Kalsel. Sabu tersebut dikemas dalam 10 karung yang masing-masing 150 kg dibungkus paket teh China warna hijau dan 150 kg lainnya dibungkus plastik transparan.

Barang haram tersebut diperlihatkan kepada awak media di halaman Mapolda Kalsel saat kasusnya dirilis Kapolda. Nico menjelaskan pengungkapan kasus tersebut merupakan pengembangan kasus 208 kg sabu dan 543.969 butir ekstasi yang diungkap pada 11 Maret 2020.

Polda Kalsel merilis pengungkapan sabu 300 kg asal Malaysia yang coba diselundupkan ke Banjarmasin (M Risanta/detikcom)Setelah dihitung ulang, diketahui jumlah sabu seberat 300 kg (M Risanta/detikcom)

Setelah menangkap bandar kelas kakap yang diduga jaringan narkotika internasional, Nico langsung melapor kepada Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabareskrim. Akhirnya dibentuk tim khusus dengan nama Satuan Tugas Khusus Merah Putih. Tim yang terdiri atas personel khusus terbaik Polri di bidang narkotika Bareskrim, Polda Metro Jaya, dan Polda Kalsel ini akhirnya berhasil mengidentifikasi adanya dua orang memasuki wilayah Kalimantan Utara.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Debat Capres AS