DKPP: Jangan Giring Pilihan Politik Wong Cilik di Tengah Pandemi

Antara News - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 13:13 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
ilustrasi pilkada serentak. (Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Teguh Prasetyo mengingatkan para kontestan Pilkada Serentak 2020 untuk tidak berlaku jujur dan adil. Dia tak ingin kondisi pandemi dijadikan momen untuk menggoda pemilih dengan praktik uang.

"Kondisi pandemi ini jangan digunakan untuk menggoda wong cilik untuk melakukan perbuatan yang menggiring pada pilihan politiknya," kata Teguh dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (7/8/2020).

Menurut dia, kondisi pandemi COVID-19 sangat berpotensi menghadirkan praktik politik dengan dalih ekonomi yang kian sulit. Terlebih di situasi sekarang banyak yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Biarlah mereka (pemilih) bebas untuk menentukan pilihan politiknya," kata Teguh.

Selain itu, ia juga menyoroti petahana atau para kepala daerah agar benar-benar menjadi pemimpin masyarakatnya. Menurutnya pemimpin daerah harus bisa memastikan rakyatnya sejahtera dalam kondisi apa pun, termasuk di masa pandemi Corona.

Sehingga, menurut Teguh, wajar jika seorang kepala daerah mengeluarkan anggaran atau program demi kelangsungan warganya. Namun dia mewanti-wanti para petahana agar tidak menjadikan program pengentasan kemiskinan atau pembagian subsidi sebagai komoditas kampanye.

"Jangan diklaim anggaran itu seolah-olah untuk kepentingan pencalonan demi kemenangan incumbent," ucapnya.

Dia menyebut demokrasi merupakan alat untuk memilih pemimpin. Pemimpin yang dipilih harus visioner dan bermartabat, bukan sekadar memiliki misi untuk menyejahterakan rakyat. Teguh berharap semua pihak termasuk kontestan Pilkada 2020 tetap menjaga demokrasi di Indonesia dengan merujuk nilai-nilai Pancasila.

(idn/gbr)