Lantik Kabinet COVID-19, Bima Arya: Semua Harus Siap untuk Berperang

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 22:15 WIB
Bima Arya
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya melantik 348 pejabat struktural dan fungsional untuk memerangi pandemi COVID-19 di Kota Bogor. Ia bahkan meminta kepada para pejabat yang dilantik itu untuk rutin membantu warga yang terdampak akibat COVID-19 lewat kebijakan-kebijakan yang inovatif dan rajin turun ke lapangan.

"Saat ini, situasi tidak mudah. perang melawan COVID-19 harus kita menangkan. Rotasi, mutasi, promosi, dan demosi yang dilakukan hari ini sesungguhnya adalah strategi kita untuk memenangkan pertarungan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2020)

"Insyaallah ini adalah barisan yang solid, ini adalah formasi bagi para petarung. Semua harus siap untuk bergerak, semua harus siap untuk bertarung, semua harus siap untuk berperang dan semua jangan diam," imbuhnya.

Bima melanjutkan agar para pejabat yang baru dilantik jangan pernah diam melihat lonjakan COVID-19 di Kota Bogor. Bahkan ia menekankan untuk aparatur yang baru dilantik agar tidak main-main dengan jabatan yang saat ini dipegangnya.

"Tidak diam melihat saudara-saudara kita banyak yang kehilangan pekerjaan dan menganggur. Tidak diam melihat warga Bogor masih ada yang kelaparan. Tidak diam melihat anak-anak yang kebingungan dengan model pembelajaran jarak jauh. Tidak diam menyaksikan bagaimana keluarga berpikir keras untuk mencari uang agar bisa membeli kuota supaya anak-anak tetap belajar. Tidak diam melihat bagaimana ancaman kurang gizi bagi ibu hamil, ancaman-ancaman yang datang hari demi hari mengiringi pandemi COVID-19 ini," ungkapnya.

"Keterlaluan kalau kita masih diam. Karena kita dibayar dan digaji oleh rakyat, oleh mereka yang harus kita layani dengan sepenuh hati. Jangan ada yang diam, jangan ada yang main-main dengan jabatan, jangan ada yang menyalahgunakan kepercayaan atasan dan jabatan," jelasnya.

Bima juga meminta pejabat-pejabat tersebut harus solid dalam struktur yang disebut 'Kabinet COVID-19' untuk mencurahkan energi, semangat, otak, dan waktu yang digunakan guna memenangkan pertarungan melawan COVID-19 ini.

"Saat inilah APBD kita, kegiatan kita, semuanya kita kerahkan untuk memenangkan pertarungan. Ada lima panduan yang sering saya ingatkan kepada seluruh ASN Kota Bogor. Ketika kita mendesain, menggeser anggaran, mengubah anggaran, merencanakan anggaran dan melaksanakan anggaran. Nomor satu adalah kesehatan, dua adalah ekonomi, ketiga adalah pendidikan, keempat baru kita bicara program prioritas dan kelima janji kampanye," terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Aparatur (BKPSDM) Kota Bogor Taufik mengatakan pelantikan pejabat tersebut tertulis dalam Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 821.45-561 tahun 2020 tentang Pengangkatan dan Alih Tugas dari dan Dalam Jabatan Administrator di Lingkungan Pemkot Bogor serta Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 821.45-562 tahun 2020 tentang Pengangkatan dan Alih Tugas dari dan Dalam Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Bogor.

"Rotasi, mutasi, promosi yang dilakukan hari ini sudah sesuai peraturan yang ada. Selain memang ada pensiun, perimbangan lainnya seperti yang disampaikan Pak Wali adalah untuk memperkuat wilayah dan bertarung di tengah situasi pandemi ini. Yang dilantik jabatan administrator, pengawas, fungsional dan pengisian kepala puskesmas, di antaranya juga ada 18 Lurah dan 2 Camat. Total yang dilantik 348 pejabat," pungkas Taufik.

Sebagai informasi, dalam pelantikan terbatas yang sebagian dilakukan secara daring tersebut, 36 jabatan merupakan aparatur di wilayah, mulai dari kepala seksi, lurah hingga camat. Dua camat yang dilantik adalah Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Camat Tanah Sareal Sahib Khan yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Umum pada Sekretariat DPRD Kota Bogor.

Selebihnya merupakan jabatan struktural dan fungsional di Sekretariat Daerah Kota Bogor, organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga puskesmas.

(mul/ega)