Bima Arya Curhat Belajar Jarak Jauh ke Menteri Nadiem: Ada 4 Persoalan di Bogor

M Sholihin - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 15:58 WIB
Bima Arya dan Nadiem Makarim
Foto: M Sholihin
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan ada empat persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di Kota Bogor ketika proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan. Hal tersebut diungkapkan Bima kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim saat berkunjung ke beberapa sekolah di Kota Bogor.

"Pak menteri sebetulnya sudah mendengar, hampir, hampir seluruh persoalan di lapangan dan inipun yang selalu di sampaikan (warga) kepada pemerintah kota, ada yang japri lewat IG, ada yang whatsapp langsung, ada yang bahasanya halus, ada yang bahasanya emak-emak yang sudah stres. Kira-kira ada empat yang bisa saya simpulkan," kata Bima kepada Nadiem di SMP Muhamadiyah Kita Bogor, Kamis (30/7/2020).

Persoalan akses atau infrastruktur internet, kata Bima, menjadi persoalan utama yang seringkali dikeluhkan orangtua murid selama proses PJJ diberlakukan. Dari beberapa sekolah yang dikunjungi hari ini, kata Bima, ada dua sekolah di kota Bogor yang infrastruktur internetnya bagus. Namun tetap saja mengeluh soal akses internet.

"Kedua adalah persoalan konsep atau kurikulum, kurikulum ini guru-gurunya memang kreatif dan menggunakan berbagai macam inovasi. Tetapi banyak juga keluhan dari orangtua siswa kepada Pemkot kalau guru-guru di sekolah anaknya itu tidak kreatif," kata Bima.

"Sehingga sering kali tidak ada pembelajaran, bahkan ada yang bilang sudah lama tidak sekolah katanya," sambungnya.

Persoalan ketiga adalah persoalan kemampuan keuangan. Warga di Kota Bogor yang terdampak pandemi secara ekonomi, merasa terbebani karena harus membeli kuota atau pulsa internet.

"Yang keempat adalah persoalan pembiayaan. Jadi banyak yang protes, kita kan tidak sekolah tetapi kok harus bayar dan lain-lain," sebut Bima.

Terkait empat persoalan tersebut, Bima Arya mengaku akan mengambil beberapa langkah sebagai jawaban. Salah satunya, Pemkot Bogor akan mendata sekolah yang bermasalah dengan akses internet dan akan memberikan bantuan khusus.

"Oleh karena itu pak menteri, Pemerintah Kota Bogor mengusulkan mengambil beberapa langkah, pertama persoalan akses mari kita lakukan pemetaan, Pak Menteri, jadi seringkali saya minta kepada Dinas Pendidikan mana sekolah yang bermasalah aksesnya, mana yang tidak, mana yang biayanya bisa dibantu oleh Pemkot dengan APBD. Jadi seperti itu, kita pilih-pilih mana sekolah yang memiliki persoalan akses tadi," ungkap Bima.

Seperti diketahui Nadiem Makarim melakukan kunjungan ke 5 sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor. Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi dan persoalan yang dihadapi sekolah baik dari sisi guru maupun siswa. Nadiem juga sempat berinteraksi dengan murid yang sedang melakukan proses pembelajaran jarak jauh.

(ern/ern)