Bang Cuek Penghina Nabi Muhammad Didakwa Ujaran Kebencian

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 17:05 WIB
poster
Ilustrasi penghinaan terhadap Nabi Muhammad (Edi Wahyono/detikcom)
Simalungun -

Pria bernama Gernal Lundu Nainggolan alias Bang Cuek menjalani sidang perdana kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Gernal didakwa melakukan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Pemilik akun atas nama Gernal Nainggolan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," ujar jaksa dalam dakwaan seperti dilihat detikcom dari situs SIPP PN Simalungun, Kamis (6/8/2020).

Jaksa mengatakan kasus ini berawal pada Kamis (14/5) malam. Gernal saat itu membuka akun Facebook-nya dan menulis kalimat hinaan tentang Nabi Muhammad hingga Habib Bahar.

Posting-an Gernal itu kemudian dilihat oleh seorang saksi bernama Saprudin Purba, yang kemudian membuat laporan ke Polres Simalungun. Laporan itu disebut disampaikan Saprudin mewakili Aliansi Masyarakat Antipenistaan Agama Islam Kabupaten Simalungun.

"Di mana posting-an yang ada pada akun Facebook Gernal Nainggolan tersebut telah menimbulkan emosi masyarakat muslim di Daerah Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, bahkan menimbulkan berkumpulnya massa sekira 300 orang di kantor Camat Bandar Perdagangan, Kabupaten Simalungun, yang menuntut agar terdakwa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," demikian sebut jaksa.

Jaksa menyebut kalimat yang disampaikan Gernal itu dinilai bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap salah satu agama Islam. Pernyataan kebencian juga disebut jaksa ditunjukkan oleh Gernal lewat kalimat yang menghina Nabi Muhammad.

"Pernyataan kebencian yang sangat tinggi ditunjukkan lewat kalimat-kalimat yang isinya merupakan hinaan atau ejekan yang merupakan bentuk permusuhan dan penodaan terhadap pemimpin Islam, yaitu Nabi Muhammad. Hal itu juga ditambahi dengan pernyataan-pernyataan ejekan atau hinaan kepada pengikut Muhammad atau pemeluk agama Islam yang menunjukkan bahwa pembuat kalimat sangat membenci semua hal yang terkait dengan Islam," tutur jaksa.

Atas perbuatannya itu, Gernal didakwa melanggar Pasal 45 A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 156a KUHP.

(haf/tor)