Vonis Mati WN AS Jadi 12 Tahun Penjara, Pengacara Terima Kasih ke Hakim Agung

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 11:33 WIB
Frank Amado dan Tim Pengacara
Foto: Frank Amado dan Tim Pengacara (Dok istimewa)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) mengubah hukuman mati WN Amerika Serikat (AS) Frank Amado dari hukuman mati menjadi 12 tahun. Pengacara Frank, Davidson Simanjuntak mengucapkan terima kasih ke MA.

"Kami, Davidson Simanjuntak, Santosa Mulyo dan Ferry Bustan, selaku kuasa hukum Frank Amado alias Frank mengucap syukur dan berterima kasih kepada majelis hakim agung Peninjauan Kembali atas dikabulkannya permohonan peninjauan kembali Frank Amado alias Frank diputus dengan hukuman 12 tahun penjara," kata David kepada detikcom, Rabu (5/8/2020).

Perubahan hukuman itu berdasarkan putusan No. 207 PK/Pid.Sus/2020 tanggal 29 Juni 2020. Sebelumnya Frank diputus hukuman mati berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 271/PID/2010/PT.DKI tanggal 18 Oktober 2010 Jo Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 543/Pid.B/2010/PN.Jkt.Pst tanggal 4 Agustus 2010;

"Bahwa atas Putusan Peninjauan Kembali Frank Amado alias Frank kami meyakini keadilan tetap berdiri tegak, dan kami berharap untuk seterusnya keadilan tetap ada secara khusus bagi orang-orang pencari keadilan. Janganlah menyerah dan teruslah berjuang demi tegaknya hukum, keadilan dan kebenaran," ujar David.

Davidson dkk berharap juga bagi Frank Amado alias Frank untuk menarik hikmah atas semuanya ini. Davidson berharap nantinya setelah selesai menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kembangkuning Nusakambangan dan kembali ke Negara Amerika Serikat berbuat kebaikan.

"Dan menjadi berkat bagi orang banyak karena telah lepas dari hukuman mati di negara Indonesia, dan selalu mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kebaikan Tuhan kepada Frank Amado alias Frank melalui majelis hakim agung Peninjauan Kembali (PK) pada Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI)," tutur David.

Sebagaimana diketahui, Frank ditangkap tim Mabes Polri pada 2009 atas kasus:

17 Agustus 2009
Payman menelepon Frank untuk mengedarkan narkoba. Frank lalu bertemu kurir di Pasar Festival Kuningan dengan paket sabu 4,7 kg.

Paket sabu itu dibawa Frank ke tempat tinggalnya di apartemen di Jalan Gatot Soebroto, Jaksel. Di kamarnya, paket itu dibagi-bagi menjadi paket kecil untuk didistribusikan ke pemesan. Nama-nama pemesan itu dari Payman.

Selanjutnya
Halaman
1 2