KPAI Wanti-wanti Pemerintah: Hati-hati Buka Sekolah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 11:15 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti bersama Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreatifitas dan Budaya, Kementrian PPPA, Evi Hendrani memberi pernyataan pers terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018). KPAI menilai  terjadi malpraktik dalam dunia pendidikan karena soal yang diujikan tidak pernah diajarkan sebelumnya dalam kurikulum sekolah.
Retno Listyarti (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah, termasuk Pemerintah Kota Surabaya, berhati-hati ketika membuka sekolah. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menegaskan kesehatan dan keselamatan anak di atas segalanya.

"Belajar dari pembukaan sekolah di zona hijau, yaitu Pariaman (Sumbar) dan kasus di pondok pesantren yang menjadi klaster baru COVID-19, maka untuk melindungi keselamatan dan kesehatan peserta didik selama berada di sekolah, KPAI mendorong pemerintah untuk bertindak hati-hati membuka sekolah dan tidak membuka sekolah tatap muka saat sekolah dan daerah belum mampu memenuhi infrastruktur dan ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan WHO untuk membuka sekolah," kata Retno kepada wartawan, Selasa (5/8/2020).

Retno mengatakan kesehatan dan keselamatan anak harus dijadikan pertimbangan utama. Guna proses belajar-mengajar tetap berlangsung, Retno meminta agar pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperbaiki.

"Kesehatan dan keselamatan anak-anak harus jadi pertimbangan utama dan pertama, perbaiki PJJ dan siapkan dahulu infrastruktur serta budaya kenormalan baru sebelum buka sekolah," kata dia.

Retno mengatakan, jika Surabaya ingin membuka sekalah, surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, serta Menteri Dalam Negeri, harus menjadi sumber rujukan.

Selanjutnya
Halaman
1 2