Sekolah Tatap Muka, Pemkot Surabaya Diminta Terapkan Kebijakan Berdasar Ilmu

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 18:21 WIB
Sebanyak 21 SMP di Surabaya akan menggelar belajar secara tatap muka. Hari ini, ada dua sekolah yang menggelar simulasi.
Simulasi sekolah tatap muka di Surabaya (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Pemkot Surabaya berencana membuka sekolah tatap muka di 21 SMP. Dewan Pendidikan Jatim meminta Pemkot terapkan kebijakan berdasarkan ilmu pengetahuan.

"Kita gak boleh main-main dengan situasi yang ada. Maksud baik harus didasari oleh ilmu. Kebijakan pembukaan sekolah harus didasari ilmu. Harus pertimbangan satgas (COVID-19)," kata Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur Prof Akhmad Muzakki kepada detikcom, Selasa (4/8/2020).

Muzakki menyarankan Pemkot Surabaya untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah dan wali murid. Ia khawatir, Pemkot mengambil keputusan tanpa komunikasi dengan beberapa pihak tersebut.

"Untuk Pemkot, menurut saya yang harus dicatat soal bagaimana membangun sinergi yang komperhensif, partnership antara pihak penyelenggara sekolah dengan wali murid. Itu penting untuk dicari frekuensi yang sama. Apakah semua sepakat dan setuju sekolah tatap muka berlangsung," ujarnya.

"Kita semua gelisah, anak-anak juga gelisah lama tidak sekolah. Orang tua juga sama gelisahnya. Tapi ini situasi genting yang harus dihadapi bersama. Harus ada titik temu agar kebijakan itu benar-benar matang," lanjutnya.

Sejauh ini, Muzakki menilai kondisi di Surabaya saat ini masih belum aman. Apalagi melakukan kegiatan yang mendatangkan banyak orang.

"Kalau melihat kurva epidemiologis, Surabaya seperti itu (masih mengkhawatirkan). Hasil rapid test para guru ini kan harusnya menjadi alarm," terangnya.

Muzakki menambahkan agar Pemkot lebih hati-hati dalam mengambil keputusan. "Saya kira untuk sampai keputusan itu (membuka sekolah tatap muka) Pemkot harus super hati-hati. Dan banyak hal yang harus dipertimbangkan," pungkas Muzakki.

(iwd/iwd)