Sumbawa Nol Zona Merah Corona, Polisi: Kami Genjot Semua Wilayah Jadi Hijau

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 01:35 WIB
Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra bersama anggotanya dan personel TNI mengecek kondisi desa di Sumbawa, NTB
Foto: Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra bersama anggotanya dan personel TNI mengecek kondisi desa di Sumbawa, NTB (dok. istimewa)
Sumbawa -

TNI-Polri bersama Pemkab Sumbawa berusaha mempertahankan status nihil zona merah Corona (COVID-19) di wilayah mereka. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa menyatakan ada 94 kasus positif Corona hingga 2 Agustus 2020, dengan rincian 62 pasien sembuh, 2 meninggal dan 30 orang masih menjalani perawatan.

"Zona merah sampai saat ini belum ada. Yang ada hanya kuning dan orange, sisanya hijau. Tidak ada zona merah," ujar Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Artanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2020).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, jelas Artanto, hanya 7 dari 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa yang terdapat kasus positif COVID-19. Dengan data tersebut, Artanto mengatakan Polres Sumbawa bersama para pemangku kebijakan di sana termotivasi membuat seluruh kecamatan berstatus zona hijau COVID-19.

"Makanya kita terus genjot masyarakat agar tetap mempertahankan bahkan membuat zona hijau seluruhnya," katanya.

Artanto menyebut kesadaran masyarakat Sumbawa akan pentingnya protokol kesehatan didukung dengan lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru (NTB) yang diinisiasi Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal.

Artanto menyampaikan sejak lomba dimulai, kesadaran warga soal pentingnya menjaga wilayahnya mereka dari paparan virus Corona meningkat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di tiap lingkungan.

Artanto lalu menuturkan keaktifan warga menjaga lingkungannya juga membawa dampak baik untuk situasi keamanan, sebab semua pendatang terdata dan dipantau aktivitasnya.

"Dengan adanya ini (lomba Kampung Sehat NTB), mereka lebih antisipatif kepada orang yang masuk kampung mereka. Dengan kesadaran memeriksa warga yang datang, termasuk warga sekitar yang keluar dan masuk ke kampung mereka dicek. Setiap orang masuk dicek," ucap Artanto.

Mencuci tangan dan mengenakan masker, sambung Artanto, sudah jadi kebiasaan baru warga ketika bertemu warga lainnya. Dia kemudian memamerkan tiap desa di Sumbawa kini juga sudah mempunyai rumah isolasi mandiri.

Rumah tersebut diperuntukkan bagi warga yang baru saja melakukan tiba dari luar daerah. Artanto memberi contoh semisal Kampung Panca Warga, Desa Labuhan.

"Itu warga punya rumah tak digunakan. Yang punya di Mataram sehingga digunakan buat warga setempat yang datang dari luar daerah dicek dan diisolasi di sana," sebut Artanto.

Dia menerangkan warga memiliki sikap bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang diisolasi. Pihak Polres Sumbawa bersama prajurit TNI serta Pemkab juga secara berkala mengecek kondisi tiap lingkungan.

Di Desa Labuhan Bajo, Kecamatan Utan, lanjut Artanto, juga ada rumah isolasi mandiri yang dioperasikan sejak 26 Maret lalu. Rumah isolasi itu berbentu rumah panggung. Artanto menjelaskan sudah 31 orang warga desa yang melakukan isolasi mandiri di rumah tersebut.

"Rumah isolasi mandiri ini digunakan oleh warga desa Labuhan Bajo yang datang dari luar daerah. Sebelum pulang ke rumah, warga dari luar daerah melakukan isolasi mandiri yang didampingi oleh UPT puskesmas setempat dan mendapat pengawasan bhabinkamtibmas serta babinsa," ujarnya.

(isa/isa)