Polisi Perketat Protokol Kesehatan, Zona Merah di Mataram Sisa 13 Kelurahan

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 18:12 WIB
Kapolresta Mataram Kombes Guntur turun ke masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan terlaksana
Foto: Kapolresta Mataram Kombes Guntur turun ke masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan terlaksana (dok. istimewa)
Mataram -

Polresta Mataram memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan. Dari 50 kelurahan yang ada, sisa 13 yang masih berstatus zona merah Corona (COVID-19).

"Memang secara umum di NTB ini Mataram termasuk yang paling tinggi. Untuk di Mataram sendiri, berdasarkan persentase sistem luasan zona ini merah cukup dominan sekali. Kalau sekarang, kalau saya lihat merah tetap ada, masih di beberapa wilayah, cuma tidak seperti sebelumnya," kata Kapolresta Mataram, Kombes Guntur Herditrianto dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (26/7/2020).

Guntur mengatakan keseriusan para tokoh masyarakat di Kota Mataram untuk menjadikan lingkungannya zona hijau Corona terlihat. Mereka, kata Guntur, meminta musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) untuk mengakomodir deklarasi melawan COVID-19.

"Ini antusiasme besar sekali, bagaimana menjadi terbaik dalam rangka meningkatkan protokol kesehatan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Bahkan ada beberapa wilayah menggelorakan deklarasi. Jadi kecamatan masing-masing berupaya menghijaukan wilayahnya bersama masyarakat dan tokoh. Terutama di wilayah Ampenan, Gunung Sari dan Cakra. Tokoh masyarakat menginginkan bagaimana kita merubah grade zona merah ke bawah. Ini diakomodir muspika hingga terbit deklarasi," jelas Guntur.

Guntur memastikan deklarasi lawan Corona tak hanya bersifat seremonial. Pihaknya bersama TNI dan Pemkot Mataram juga memantau ketat perilaku masyarakat tetap patuh dengan protokol kesehatan. Guntur mencontohkan Bhabinkamtibmas serta Babinsa diperintahkan untuk terus memberikan pemahaman soal pentingnya menggunakan masker. Mereka juga memberi sanksi sosial bagi warga yang tak taat menggunakan masker.

"Kita lakukan pengawasan mulai dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa, kita tak berhenti. Kita di Polres turun ke wilayah yang merah. Kita berikan pemahaman kepada mereka. Contoh penggunaan masker. Pendisplinan masyarakat soal penggunaan masker di Mataram ini kalau kita lihat sudah 80 persen warga yang kalau aktivitas menggunakan masker. Kita berikan sanksi sosial yang tak gunakan masker push up, jalan bebek atau jalan jongkok. Kita harapkan masyarakat memaklumi, kapok dan menyadari pentingnya protokol kesehatan," ungkap Guntur.

Guntur menerangkan lebih lanjut, upaya pihaknya dengan TNI dan juga Pemkot Mataram untuk menekan laju pertumbuhan kasus Corona dengan permberlakuan aturan jam malam, yaitu seluruh usaha masyarakat wajib tutup pada pukul 22.00 WITA. Guntur menambahkan. pihak berwenang juga meniadakan klegiatan mingguan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD).

"Kita secara masif bersama unsur lainnya melakukan pendisiplinan masyarakat pada malam hari dengan memberlakukan jam malam, pukul 22.00 WITA semua harus close. Di Mataram ada zona kegiatan hari libur CFD, kita tutup. Pagi sampai pukul 10.0 WITA tak ada CFD. Ada pantai yang biasanya ramai, kita tutup semua," tegas Guntur.

Kapolresta Mataram Kombes Guntur turun ke masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan terlaksanaKapolresta Mataram Kombes Guntur turun ke masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan terlaksana (Foto: dok. istimewa)

Selanjutnya
Halaman
1 2