Sepi Turis, Warga di Lombok Tengah Bertahan Hidup Jual Tanaman-Kurungan Ayam

Faruk Nickyrawi - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 20:44 WIB
Warga berusaha mandiri dengan membentuk kelompok tani serta pengjarin di Lombok Tengah
Foto: Warga berusaha mandiri dengan membentuk kelompok tani serta pengrajin di Lombok Tengah (dok, istimewa)
Mataram -

Warga Desa Taman Indah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) bertahan hidup di tengah pandemi Corona dengan alih profesi menjadi petani jamur tiram dan tanaman hidroponik, serta pengrajin kurungan ayam dari bambu.

"Dengan pandemi ini, banyak sektor yang tidak berjalan lancar usahanya. Kita perlu mengalihkan dengan memanfaatkan yang ada di masyarakat. Pelatihan, pelatihan," kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, (18/72020).

Para warga banting setir dari mata pencaharian sebelumnya, yakni di sektor wisata, karena sepinya turis. Hal itu didukung aparat dan pemerintah setempat.

"Budidaya jamur, produksi anyaman bambu dan budidaya hidroponik merupakan program unggulan dari Desa Taman Indah. Begitulah cara warga bertahan hidup di tengah pariwisata yang saat ini redup," ungkap Esty.

Esty menyebut upaya mereka untuk mandiri membuahkan hasil. Beberapa bulan terakhir, warga meraup omset puluhan juta dari usaha barunya.

"Hidroponik sudah ada labeling 'Badil Hidroponik'. Ini pelakunya 7 warga. Mereka sebulan bisa memproduksi 300 kilogram tanaman hidroponik dengan harga satuannya 23 ribu rupiah. Omset per bulan 6,9 juta rupiah per petaninya," jelas Esty.

Esty menyampaikan kelompok warga yang membudidayakan jamur tiram berjumlah 20 orang dengan total produksi per bulan 500 kg. Mereka menjual jamur tiram seharga Rp 20 ribu per kg dan menghasilkan omset Rp 10 juta untuk masing-masing petani per bulan.

"Begitu juga di kelompok pengrajin kurungan ayam. Mereka lebih banyak, ada 25 orang. Sebulannya mampu membuat 500 buah kurungan ayam yang kemudian mereka jual dengan harga Rp 65 ribu satu kurungan. Omset mereka perbulan kalau dikalikan saja hampir 49 juta rupiah," sambung Esty.

Esty menuturkan salah satu faktor yang membuat warga Desa Taman Indah lebih produktif adalah Lomba Kampung SEHAT NTB yang diinisiasi Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal. Esty mengatakan warga ingin memenangkan lomba sehingga hadiahnya dapar digunakan untuk mengembangkan usaha mereka.

"Mereka makin semangat karena sedang ada lomba juga, lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru. Tentunya warga ini punya harapan nanti hadiahnya bisa jadi modal mereka untuk mengembangkan usahanya yang saat ini masih skala home industry," tutur Esty.

Selanjutnya
Halaman
1 2