Tol Cikampek Arah Jakarta Padat, Contraflow Diperpanjang 4 Km

Eva Safitri, Tim detikcom, Antara - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 23:36 WIB
Pengendara mobil melintas di jalur contraflow ke arah Cikampek di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 37, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/6). Jasa Marga bersama kepolisian memberlakukan contraflow dari KM 35+600 sampai KM 47 untuk mengurai kemacetan di jalan tol khususnya di sekitar rest area KM 39 karena banyaknya pemudik yang beristirahat. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18
Ilustrasi Confraflow (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Kepadatan lalu lintas terjadi di ruas Tol Cikampek arah Jakarta. Guna mengurangi kemacetan, PT Jasa Marga memperpanjang pemberlakuan rekayasa lalu lintas jalur lawan arah atau contraflow.

Berdasarkan informasi dari PT Jasa Marga, Minggu (2/8) pukul 23.10 WIB kepadatan terjadi di Tol Cikampek arah Jakarta di km 68 sampai dengan km 52. Untuk mengurangi kemacetan itu, petugas melakukan contra flow.

"Kepadatan dari Kali Urip km 68 sampai Karawang Timur sekitar km 52 ini karena volume kendaraan saja," ujar petugas call center Jasa Marga, Nugroho saat dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Nugroho mengatakan untuk mengurai kemacetan, saat ini diberlakukan contraflow di km 65 hingga km 47. Dia menyebut contraflow ini diberlakukan sejak pukul 21.55 WIB.

"Masuk dari Kilometer 65 sampai km 47.Kalau informasi lebih lanjut tergantung dari lokasi ya untuk pengaturannya. Tadi pukul 21.55 WIB. Dari Kilometer 65 sampai 47," katanya.

Sementara itu, Dilansir Antara, General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, dalam siaran persnya yang diterima di menyampaikan contra flow di tol Cikampek malam ini diperpanjang. Rekayasa lalu lintas ini awalnya diberlakukan dari km 65 sampai dengan km 47.

Namun malam ini contra flow diperpanjang dari sejauh 4 km, yaitu dari km 69 sampai dengan km 47. Petugas melakukan pengaturan lalu lintas ini untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus balik Idul Adha.

Widyatmoko mengatakan pemberlakuan lawan arus merupakan diskresi pihak kepolisian. Jasamarga hanya mendukung kelancaran dengan menyiagakan petugas dan penyiapan rambu-rambu.

(/lir)