Soal Prostitusi Artis, Ini Pasal-pasal yang Menjadi Senjata Aparat

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 10:48 WIB
Foto ilustrasi untuk prostitusi artis
Gambar ilustrasi (Phil McCarten/Getty Images)

3. UU ITE

Meski tak ada kaitan langsung dengan aktivitas prostitusi, UU ITE dipakai untuk memidanakan Vanessa Angel. Saat itu Vanessa terjerat kasus prostitusi artis.

Vanessa melakukan tindakan berupa mengirimkan foto tidak senonoh kepada muncikari. Tindakan ini masuk dalam pelanggaran UU ITE. Vanessa dijerat dengan Pasal 27 ayat 1 UU ITE. Berikut ini bunyi pasalnya:

Pasal 27

Pasal 27
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Pasal 45
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).


4. Pidana Pencucian Uang untuk prostitusi artis

Profesor Hibnu Nugroho dari Universitas Jenderal Soedirman pernah mengemukakan ide untuk menjerat si selebritis dalam prostitusi artis. Caranya, pakailah UU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Bila UU TPPU dipakai, si selebritis bisa kena penjara 20 tahun.

Di Pasal 2 ayat 1 UU TPPU, harta kekayaan dari hasil berbagai tindak pidana dapat dikenakan TPPU, termasuk tindak pidana perdagangan orang yang sering dikenakan di kasus prostitusi artis. Bila si artis membelanjakan uang prositusinya untuk membeli barang-barang, maka si artis bisa kena TPPU. Berikut ini pasalnya.

Pasal 2
(1) Hasil tindak pidana adalah Harta Kekayaan yang
diperoleh dari tindak pidana:
a. korupsi;
b. penyuapan;
c. narkotika;
d. psikotropika;
e. penyelundupan tenaga kerja;
f. penyelundupan migran;
g. di bidang perbankan;
h. di bidang pasar modal;
i. di bidang perasuransian;
j. kepabeanan;
k. cukai;
l. perdagangan orang;
m. perdagangan senjata gelap;
n. terorisme;
o. penculikan;
p. pencurian;
q. penggelapan;
r. penipuan;
s. pemalsuan uang;
t. perjudian;
u. prostitusi;
v. di bidang perpajakan;
w. di bidang kehutanan;
x. di bidang lingkungan hidup;
y. di bidang kelautan dan perikanan; atau
z. tindak pidana lain yang diancam dengan pidana
penjara 4 (empat) tahun atau lebih,
yang dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tindak pidana tersebut juga merupakan tindak pidana menurut hukum Indonesia.

Pasal 3
Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan dipidana karena tindak pidana Pencucian Uang dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

vanessa angelVanessa Angel (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4