Soal Prostitusi Artis, Ini Pasal-pasal yang Menjadi Senjata Aparat

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 10:48 WIB
Foto ilustrasi untuk prostitusi artis
Gambar ilustrasi (Phil McCarten/Getty Images)

2. Perdagangan Orang

Muncikari, bahkan pemesan/pemakai prostitusi artis, bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Muncikari bisa dijerat Pasal 2 UU TPPO.

Muncikari dari artis bernama Hesti Klepek Klepek bernama KKI dijerat dengan Pasal 2 UU TPPO. Yang lebih baru, di kasus Hana Hanifah, dua orang menjadi tersangka, salah satunya berinisial R, yang dijerat Pasal 2 UU TPPO ini.

Kini, kasus prostitusi artis Vernita Syabilla juga berujung penersangkaan muncikari berinisial MK dan MNA. Muncikari disangkakan dengan Pasal 2 UU TPPO juga.

Berikut ini bunyi pasalnya:

Pasal 2
(1) Setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan
seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

(2) Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang tereksploitasi, maka pelaku dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pemakai/pemesan prostitusi artis juga bisa kena pidana UU Pemberantasan TPPO, tepatnya di Pasal 12. Analisis ini pernah dikemukakan oleh Ahli Hukum Pidana asal Universitas Brawijaya, Malang, Dr Lucky Endrawati. Berikut ini bunyi Pasal 12:

Pasal 12
Setiap orang yang menggunakan atau memanfaatkan korban tindak pidana perdagangan orang dengan cara melakukan persetubuhan atau perbuatan cabul lainnya dengan korban tindak pidana perdagangan orang, mempekerjakan korban tindak pidana perdagangan orang untuk meneruskan praktik eksploitasi, atau
mengambil keuntungan dari hasil tindak pidana perdagangan
orang dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 6.

Liburan Hana Hanifah di Indonesia.Liburan Hana Hanifah di Indonesia. (Foto: Instagram)

Tonton video 'Detik-detik Vernita Syabilla Diamankan Polisi Terkait Prostitusi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4