Soal Prostitusi Artis, Ini Pasal-pasal yang Menjadi Senjata Aparat

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 10:48 WIB
Foto ilustrasi untuk prostitusi artis
Gambar ilustrasi (Phil McCarten/Getty Images)
Jakarta -

Kasus prostitusi artis terus mengemuka meski Indonesia belum punya pasal yang khusus mengatur pidana prostitusi. Ini deretan pasal-pasal yang biasa dan bisa menjadi 'senjata' aparat penegak hukum untuk menindak kasus prostitusi artis.

Hingga Kamis (30/7/2020), kasus prostitusi artis yang terbaru adalah yang menyeret Vernita Syabilla. Sebelumnya, sudah ada kasus Hana Hanifah, Vanessa Angel, Hesti Klepek Klepek, Nikita Mirzani, Anggita Sari, hingga Amel Alvi.

Untuk menangani kasus prostitusi artis, aparat penegak hukum biasa menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta Undang-Undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Vernita SyabillaVernita Syabilla (Foto: Instagram @vernitasyabilla)

Berikut ini pasal-pasal yang bisa menjerat pelaku prostitusi artis:

1. Pasal 296 jo 506 KUHP untuk muncikari

Pasal 296 KUHP biasa digunakan untuk menjerat muncikari prostitusi artis. Robby Abbas, yang menjadi muncikari Amel Alvi, dijerat pasal ini. Ancaman pidananya adalah penjara maksimal 1 tahun 4 bulan.

Selain Robby Abas, sebenarnya Vanessa Angel kena Pasal 296 juncto Pasal 55 KUHP (penyertaan dalam tindak pidana). Berikut ini isi Pasal 296 dan 506 KUHP:

Pasal 296
Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau
pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Pasal 506
Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencarian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4