Bareskrim Periksa Brigjen Prasetijo Tersangka Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 16:11 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Prasetijo Utomo
Mantan jenderal di Bareskrim Polri yang membantu pelarian Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Jakarta -

Mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus penerbitan surat jalan Djoko Tjandra di Bareskrim Polri sejak siang tadi. Brigjen Prasetijo mendapat pendampingan dari Divisi Hukum Polri dalam menghadapi proses pidana.

"Hari ini, tanggal 30 Juli 2020, pukul 12.00 WIB, BJP PU didampingi oleh staf Divisi Hukum Polri diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam konferensi pers daring di akun Youtube Tribrata TV pada Kamis (30/7/2020).

Awi menuturkan penyidik Bareskrim juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 saksi lainnya pada Rabu (29/7). Para saksi adalah petugas penerbangan dari PT TPA hingga seorang perwira pertama polisi di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

"Pada 29 Juli 2020, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi antara lain Saudara B, flight operation PT TPA; kemudian Saudara SB, flight operation PT TPA; Saudara E dari Pontianak, Kalimantan Barat; Saudara dokter P dari Pontianak, Kalimantan Barat; Saudara Iptu J dari Pontianak, Kalimantan Barat," papar Awi,

Awi menambahkan saat ini Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri juga telah membuka proses penyelidikan dugaan aliran dana Djoko Tjandra ke BJP PU terkait terbitnya surat jalan untuk buronan kasus cessie Bank Bali tersebut.

"Sedangkan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri saat ini telah membuka penyelidikan terkait kemungkinan adanya aliran dana pada pusaran kasus surat jalan Djoko S Tjandra," tandas Awi.

Sebelumnya Polri mengungkapkan alasan Brigjen Prasetijo menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra atas dasar rasa ingin menolong. Namun Polri menegaskan penyidik tak berpegang hanya kepada pengakuan tersangka, dan akan mengumpulkan fakta terkait motif sebenarnya.

"Mau menolong saja. Mereka kenal karena dikenalin temannya. Tapi itu pengakuan yang bersangkutan. Kami tentu berpegang pada fakta hukum, bukti-bukti yang kami masih kumpulkan terus. Jadi masih berkembang, tak terpaku pada pengakuan tersangka. Tentunya penyidik terus melakukan pendalaman," kata Kadiv Humas Polri Brigjen Argo Yuwono saat dihubungi, siang tadi.

Dalam kasus ini Brigjen Prasetijo disangkakan melakukan perbuatan pidana tentang pembuatan dan penggunaan surat palsu, memberi pertolongan terhadap Djoko Tjandra, dan menghalangi penyidikan dengan menghancurkan barang bukti.

(aud/dhn)