7.310 Penumpang Datang dan Pergi dari Kualanamu di H-1 Idul Adha

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 13:11 WIB
Ilustrasi bandara
Ilustrasi Bandara (Thinkstock)
Deli Serdang -

Jumlah penumpang yang datang dan pergi di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada H-1 Idul Adha mencapai 7.310 penumpang. Jumlah ini berangsur naik tiap harinya.

Plt Manager Branch Communication & Legal, Bandara Kualanamu, Paulina Simbolon, mengatakan di H-1 Idul Adha untuk penerbangan yang datang dan pergi sebanyak 84 pergerakan. Sementara untuk pengguna jasa bandar udara datang dan pergi 7.310 penumpang.

"Untuk H-1 Idul Adha, penumpang yang datang dan pergi di Bandara Kualanamu mencapai 7.310 penumpang. Penumpang yang datang dan pergi perlahan naik menjadi 4.000 sampai dengan 6.000 penumpang per harinya," ujar Paulina.

Paulina menyebutkan pihaknya terus menerapkan aturan protokol kesehatan secara ketat untuk memutuskan mata rantai COVID-19. Pengunjung bandara juga diminta tetap taat protokol kesehatan.

"Kami imbau kepada pengguna jasa bandara udara untuk menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan perjalanan melalui bandar udara KNIA, untuk tiba ke bandara agar lebih awal 2-3 jam sudah tiba di bandar udara dan tetap memperhatikan persyaratan penerbangan di masa pandemi," ujar Paulina.

Di sisi lain, Paulina menuturkan PT Angkasa Pura II menjalankan program Safe Travel Campaign, yang terdiri atas tiga pilar untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam bepergian dengan pesawat pada periode adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi global COVID-19.

"Prioritas kami adalah menjaga konsistensi penerapan prosedur. Ini sangat penting, karena regulasi bergerak dinamis sesuai perkembangan yang ada. Kemudian, prioritas kami yang kedua adalah bagaimana membuat traveler merasa nyaman untuk terbang, bagaimana mereka menjalani proses dengan nyaman," sebut Paulina.

Paulina menyebutkan pemanfaatan fasilitas pelayanan berplatform digital, pergerakan penumpang di terminal dapat lebih lancar dan cepat sehingga slot penerbangan dapat ditingkatkan. "Kita menekankan disiplin seluruh stakeholder dalam menjalankan prosedur dan aturan harus tetap dijaga sehingga pasar merespons baik untuk kemudian kembali terciptanya keseimbangan dalam penawaran dan permintaan," ujar Paulina.

(zap/zap)