Pemerintah Minta Masjid Siapkan Pengawas Protokol Kesehatan Salat Id

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 12:21 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden )
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta pelaksanaan ibadah salat Idul Adha harus sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19. Satgas meminta agar masjid menyiapkan pengawas protokol kesehatan saat salat Idul Adha berjamaah.

"Khususnya untuk salat Idul Adha saat pandemi terutama kepada pengelola masjid pastikan menyiapkan petugas pengawas protokol kesehatan secara ketat," kata Wiku, dalam siaran YouTube BNPB Indonesia, Kamis (30/7/2020).

Selain itu, Satgas juga meminta agar pengurus masjid secara rutin membersihkan alat salat dan membatasi akses keluar masuk pintu masjid. Serta menyediakan alat pengukur suhu tubuh di pintu masuk dan menyediakan sabun pencuci tangan.

"Kedua membersihkan dan mendisinfeksi area salat, mengatur dan membatasi akses keluar masuk. Dan keempat menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer sebelum jemaah melakukan wudhu, memeriksa suhu tubuh jemaah di pintu masuk," kata Wiku.

Selain itu, Satgas juga meminta agar pengelola masjid mengatur dan membatasi jarak minimal 1 meter antar jemaah dengan tanda khusus, serta mempersingkat salat dan kutbah sesuai rukun. Tak haya itu, Satgas juga mengimbau agar pengelola masjid tidak mengumpulkan infak dengan pengedaran kotak infak.

Satgas juga mengimbau kepada masyarakat agar disiplin menjalankan ibadah Idul Adha dengan protokol kesehatan. Misalnya membawa alat salat pribadi dan memakai masker.

"Khususnya untuk jemaah mohon diperhatikan, apabila melakukan salat Idul Adha secara berjemaah di tempat umum harus dalam kondisi sehat, membawa sejadah dan alat salat pribadi, terus menggunakan masker, melakukan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer," katanya.

Sementara itu bagi anak-anak dan lansia diharapkan tidak mengikuti salat Idul Adha berjamaah. Kemudian bagi masyarakat diimbau tidak melakukan kontak fisik berjabat tangan dan berpelukan setelah salat.

"Khususnya anak-anak dan lansia dan orang dengan penyakit bawaan diimbau tidak mengikuti salat Idul Adha berjamaah selalu menjaga jarak antar jemaah minimal 1 meter. Tidak boleh ada kontak fisik berupa bersalaman berpelukan setelah melakukan salat," ujarnya.

(yld/fjp)