LPG 3 Kg di Kalbar Langka Jelang Idul Adha, Ternyata Banyak Dipakai Pengusaha

Adi Saputro - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 19:18 WIB
Antrean warga membeli gas elpiji (LPG) 3 kg di Pontianak (Adi Saputro/detikcom)
Antrean warga membeli elpiji (LPG) 3 kg di Pontianak. (Adi Saputro/detikcom)
Pontianak -

Menjelang Idul Adha 1441 Hijriah, terjadi kelangkaan elpiji (LPG) 3 kilogram di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Ternyata LPG 3 kg langka karena banyak dipakai para pengusaha.

Sales Manager Area Pertamina Kalbar, Weddy Surya Widrawan, mengatakan kelangkaan ini terjadi mulai pertengahan Juli. Sebab, berdasarkan hasil pantauan dan inspeksi mendadak (sidak), ditemukan banyak tempat usaha menggunakan tabung gas melon ini.

"Dan itu sebenarnya tidak boleh, karena dengan 'new normal' sekarang ini, mulai banyak pengusaha itu yang larinya ke gas 3 kg. Makanya kita razia, razia, dan razia," kata Weddy saat menghadiri kunjungan kerja Kepala BPH Migas di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (29/7/2020).

Pihak Pertamina berupaya mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg ini dengan melakukan operasi pasar bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak. Akibat kelangkaan ini, terjadi antrean panjang di pangkalan elpiji, termasuk pengecer.

"Bukan hanya operasi pasar, kami juga telah melakukan hukuman juga kepada badan usaha atau tempat usaha yang menggunakan gas elpiji 3 kg. Bahkan Minggu ini kami telah mengeluarkan sanksi kepada 10 badan usaha, tapi kami lihat kok ini tren ini nggak bakal turun malah tak berefek sama sekali terutama ke agen dan pangkalan. Pangkalan tidak terhitung, kalau agen paling utama diberi sanksi. Meskipun yang nakal adalah pangkalannya atau pengecer, tapi kami hukum pihak agen," ungkapnya.

Antrean warga membeli gas elpiji (LPG) 3 kg di Pontianak (Adi Saputro/detikcom)Antrean warga membeli elpiji (LPG) 3 kg di Pontianak. (Adi Saputro/detikcom)

Menurut Weddy, sanksi kepada agen ini sesuai laporan dari masyarakat dan temuan di lapangan. Namun dia belum bisa memastikan penyebab utama LPG 3 kg langka.

"Kesalahan mereka macam-macam, ada yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dan mereka melayani pengecer. Dan itu tidak boleh, karena ada masyarakat yang mengetahui agen melayani pengecer yang mengangkut gas elpiji 3 kg ke alat angkut tanpa identitas, tidak ada cap Pertamina-nya, itu sudah masuk pelanggaran," jelasnya.

Weddy meminta masyarakat mendokumentasikan berupa foto atau video jika ada agen atau pangkalan yang melakukan penimbunan atau penyelewengan dalam penyaluran elpiji 3 kg. Dia mengatakan pihaknya tak segan-segan menindak.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar, Sutarmidji, menyoroti lemahnya pendistribusian dan pengawasan sehingga timbul kelangkaan gas elpiji untuk rakyat miskin 3 kg yang bahkan memicu timbulnya antrean panjang.

Dia mengatakan beberapa operasi pasar yang digelar juga tak mampu mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg, termasuk di beberapa daerah di Kalbar. Sutarmidji menyebut harga LPG 3 kg bisa mencapai Rp 30 ribu per tabung.

Selanjutnya
Halaman
1 2