Dua Penjual Tanaman Kantong Semar Langka Ditangkap di Kalbar

Adi Saputro - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 22:01 WIB
Dua Penjual Kantong Semar Langka Ditangkap
Penjualan ilegal tumbuhan kantong semar langka khas Kalimantan. (Foto: dok. Istimewa)
Pontianak -

Dua pria berinisial RV (23) dan MT (32) ditangkap lantaran kedapatan menjual tanaman kantong semar yang langka, dengan nama Latin Nepenthes clipeata. Tanaman tersebut merupakan tanaman endemik Kalimantan.

"Barang bukti 25 paket kantong semar (spesies Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp) dan sejumlah tumbuhan endemik Kalimantan lainnya," kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sustyo Iryono kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Keduanya ditangkap di Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, pada Selasa (26/5). Para pelaku ditangkap oleh tim operasi gabungan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian dan BKSDA Kalbar SKW II Sintang KLHHK.

Kedua pelaku sempat ditahan di Kantor Seksi Wilayah Pontianak Balai Gakkum Kalimantan, tapi kini dititipkan ke Rumah Tahanan Polda Kalimantan Barat.

Selain Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp, turut diamankan barang bukti tanaman endemik lainnya, seperti 1 paket Sonerila, 1 paket komalomena silver, Vilodendrum boceri, labisia kura-kura, dan alokasia silver.

"Hasil penyidikan menunjukkan RB dan MT adalah pemasok AC, pemilik nursery di Taiwan. Nursery milik AC ini menjual berbagai jenis kantong semar yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara. Komunitas Suara Pelindung Hutan pernah melaporkan AC sebagai perambah dan penyelundup tumbuhan dilindungi di Indonesia," jelas Sustyo.

Berdasarkan pengakuan RB dan MT, terang Sustyo, tumbuhan dilindungi itu dijual Rp 500 ribu per batangnya. Dia menuturkan RB dan MT sejak 2017 mengambil kantong semar langka ini dari Taman Wisata Alam Gunung Kelam.

Dua Penjual Kantong Semar Langka DitangkapDua penjual kantong semar langka ditangkap. (Foto: dok. Istimewa)

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2