2 Artis Ibu Kota Terbang ke Sumatera demi Kencan Tarif Puluhan Juta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 14:40 WIB
Ilustrasi razia miras, ilustrasi razia prostitusi, ilustrasi razia preman, ilustrasi razia narkoba, ilustrasi razia kendaraan, ilustrasi razia lalu lintas
Ilustrasi prostitusi (Foto: dok detikcom)
Medan -

Kasus dugaan prostitusi yang diduga melibatkan artis Ibu Kota kembali terjadi. Setelah Hana Hanifah, kini ada Vernita Syabilla yang diamankan polisi terkait kasus dugaan prostitusi. Keduanya sama-sama diamankan setelah terbang ke Sumatera diduga untuk kencan bertarif puluhan juta rupiah.

Hana Hanifah lebih dulu terseret kasus dugaan prostitusi. Dia diamankan saat bersama seorang pria, A, dari dalam kamar salah satu hotel di Medan, Sumatera Utara, Minggu (12/7) malam. Polisi juga mengamankan R yang diduga sebagai muncikari.

Setelah melakukan pemeriksaan, polisi menetapkan dua tersangka. Keduanya adalah R dan J yang diduga sebagai muncikari. R telah ditahan, sementara J yang disebut sebagai fotografer masih dicari polisi di Jakarta.

"Dari hasil gelar perkara kita menetapkan tersangka, yaitu Saudara R, yang ada di depan ini. Karena peran tersangka ini menjemput saksi dari bandara menuju TKP kemudian membantu saksi HH (Hana Hanifah) selama di Medan dan dijanjikan uang untuk mengurus saksi Saudara HH saat ada di Medan. Tersangka, Saudara R, berkomunikasi dengan tersangka lain, yaitu Saudara J, yang ada di Jakarta. Yang kita duga adalah muncikari di Jakarta," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, di Medan, Selasa (14/7/2020).

R dijerat Pasal 2 UU 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sementara Hana dan A berstatus sebagai saksi.

Meski Hana menjadi saksi, polisi tetap mengungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait Hana. Pertama, kata Riko, Hana diduga telah menerima Rp 20 juta sebelum berangkat ke Medan. Uang itu diduga diberikan oleh A selaku pemesan 'jasa' Hana.

Berikutnya, Riko menyebut Hana sudah satu tahun menjalani kegiatan diduga prostitusi. Riko mengatakan hal itu terungkap saat proses interogasi terhadap Hana.

"Jadi pertama kali pada saat wawancara langsung dengan yang bersangkutan, yang bersangkutan menyampaikan di Medan baru sekali, tapi dia melakukan kegiatan ini pengakuannya satu tahun," ucap Riko.

Dia juga menjelaskan soal alasan Hana menjadi saksi. Salah satu pertimbangan polisi, Hana diduga sebagai objek yang 'diperdagangkan' dalam kasus ini.

Hana, lewat pengacaranya Machi Achmad telah memberi klarifikasi terkait kasus ini. Dia mengatakan kliennya terbang ke Medan untuk keperluan pemotretan.

"Dari awal Hana Hanifah juga tidak tahu hanya pekerjaan pemotretan awalnya. Ternyata mungkin dalam tanda kutip dijebak, ya nggak tahu ya," ucap Machi Achmad ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Ya ada kemungkinan dan karena prosesnya masih berjalan maka statusnya masih sebagai saksi," sambungnya. Namun, narasi 'dijebak' itu telah ditepis polisi. Menurut polisi, ada bukti-bukti lengkap terkait kasus dugaan prostitusi.

Tonton video 'Vernita Syabilla Diamankan Polisi Bersama 2 Teman Wanita':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2