Pemprov Sumsel Kucurkan Dana Bantuan Mahasiswa Terdampak Corona Rp 10 M

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 11:09 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Foto: Gubernur Sumsel Herman Deru. (Raja Adil Siregar/detikcom).
Palembang -

Kebijakan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memberikan bantuan keringanan biaya kuliah untuk mahasiswa terdampak pandemi virus Corona (COVID-19) kini mulai disalurkan. Tercatat ada ribuan mahasiswa mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT).

Menurut Herman Deru, saat ini ada ribuan mahasiswa dinyatakan lulus administrasi untuk mendapatkan program bantuan dari Pemprov Sumsel dengan total nilai Rp 10 miliar. Salah satunya yakni mahasiswa di UIN Raden Fattah Palembang.

"Alhamdulillah dana ini kita realisasikan. Pendidikan mereka tidak boleh terhenti karena pandemi COVID ini," terang pria yang akrab disapa HD tersebut, Rabu (29/7/2020).

Menurut HD, setiap mahasiswa mendapat bantuan biaya keringanan Rp 1 juta untuk satu semester. Bantuan diberikan selama dua semester bagi mahasiswa asli Sumsel yang kuliah di dalam dan luar negeri.

"Kita anggarkan kurang lebih Rp 10 miliar untuk program tersebut. Mudah-mudahan itu dapat mengakomodir mahasiswa yang terdampak pandemi. Jika pun nantinya kurang, kita akan melakukan recofusing dan realokasi dari yang lain," katanya.

Melalui bantuan itu, HD berharap seluruh mahasiswa dapat menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya. Begitu juga kampus, diminta untuk dapat menyeleksi penerima bantuan agar tepat sasaran.

"Perguruan tinggi juga diharapkan dapat menyeleksi dengan bijak. Sehingga bantuan tersebut tepat sasaran dan bermanfaat bagi keberlangsungan kuliah mahasiswa maupun mahasiswi," tutur HD.

Sementara itu, Humas UIN Raden Fatah Palembang, Elis mengatakan sedikitnya ada sekitar 5.671 mahasiswa yang akan mendapatkan bantuan. Bantuan diberikan kepada mahasiswa yang terdampak COVID-19. Hal itu berdasarkan SK Dinas Pendidikan Sumsel nomor 420/6088/ Set.3/Disdik.SS/2020.

"Ada 5.671 mahasiswa yang mendapat bantuan stimulus UKT ini. Mereka yang menerima yang sudah dinyatakan lulus administrasi sebelumnya," ujar Elis.

Dia mengaku, pihaknya mengandalkan bantuan Pemprov untuk meringankan beban UKT mahasiswa. Setelah adanya kesepakatan dengan Dinas Pendidikan, dana bantuan akan ditransfer langsung ke rekening mahasiswa penerima bantuan.

"Kita MoU bersama Pemprov melalui Dinas Pendidikan. Setelah itu baru proses pencairan yang langsung ditransfer ke nomor rekening mahasiswa," sebut Elis.

Sebelumnya, Kemenag sempat berencana menyalurkan dana bantuan subsidi untuk dunia pendidikan di bawah naungannya. Hanya saja, pemerintah justru mengalihkan alokasi dana Kementerian Agama untuk penanggulangan COVID-19 yang memang membutuhkan dana besar.

"Kita masuk dalam program dari Gubernur dengan sistem pencairan dua tahap. Pertama, mahasiswa dibantu Rp 500 ribu untuk satu semester dengan pencairan total Rp 1 juta per orang," terang Elis.

Dia menyakini, penyaluran dana tersebut, tentu sudah melalui tahap verifikasi dan pemeriksaan berkas yang diajukan oleh mahasiswa terdampak COVID-19. Mahasiswa harus memenuhi syarat dan lampiran dokumen lengkap sesuai aturan berlaku.

"Untuk tahap kedua, mahasiswa kembali harus mengajukan berkas yang sama sebagai syarat pencairan pada semester selanjutnya," katanya.

(ras/elz)