Round-Up

Aksi Jerinx dkk Tolak Tes Corona Berujung Kajian Unsur Pidana

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 06:46 WIB
Aksi tolak tes Corona di Bali (Dok. Manusa)
Foto: Aksi tolak tes Corona di Bali (Dok. Manusa)
Jakarta -

Kontroversi unjuk rasa Jerinx 'SID' dan massa Masyarakat Nusantara (Manusa) yang menolak rapid test dan swab bakal berbuntut panjang. Polisi kini turun tangan menyoroti perizinan aksi di Bali itu.

Informasi teranyar, Kapolresta Denpasar Kombes Jensen Avitus Panjaitan, mengungkapkan terkait masalah perizinan aksi yang digelar tepatnya di lapangan Renon, Denpasar, Bali, pada Minggu 26 Juli 2020 itu. Menurut Jansen, polisi mengatakan aksi yang digelar tanpa menggunakan protokol kesehatan itu tidak sesuai dengan pemberitahuan semula.

"Izin tidak ada kita tidak pernah memberikan izin, hanya mereka memberi tahu judulnya kan aksi damai ternyata kan tidak sesuai," kata Jansen, Senin (27/7/2020) malam.

Selain itu, kata dia, aksi Jerinx 'SID' dkk tak sesuai dengan pemberitahuan yang diberitahukan pihak Polresta. Dalam pemberitahuan, polisi mengimbau untuk peserta aksi tetap menggunakan protokol kesehatan dan membatasi peserta yang ikut dalam aksi.

Atas dugaan pelanggaran itu, Jensen menegaskan pihaknya akan mendalami aksi yang dilakukan oleh Jerinx SID dkk. Polresta sudah berkoordinasi dengan Polda Bali.

"Mereka ada beberapa hal ini sedang kita dalami nanti sudah turun tim juga untuk mendalami itu kita sudah kordinasi ke Polda ke Krimum untuk menindaklanjuti pasti kalau memang terang benderang kalau ada unsur pidana yang dilanggar di situ pasti orang-orang tersebut yang ada di situ akan dimintai pertanggungjawaban hukum," ungkap Jensen.

Dalam kesempatan itu, Jensen berpendapat apa yang disampaikan dalam aksi Jerinx 'SID' dkk sangat tidak tepat. Jensen mengatakan rapid test dan swab merupakan upaya pemerintah untuk meminimalisir dan memetakan penyebaran virus.

"Yang jelas masyarakat harus disadarkan bahwa apa yang mereka sampaikan itu tidak tepat, gitu loh, pemerintah itu melakukan rapid maupun swab itu tujuannya baik untuk meminimalisir tadi untuk kita bisa tahu memetakan virus ini sudah sejauh mana menyebarnya kan harus dilakukan pengecekan gitu loh karena tidak kelihatan," papar Jensen.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Ardhana Sukawati menegaskan Pemprov Bali tetap akan memberlakukan syarat tes COVID-19 itu.

"Saya tidak masuk oleh siapa tapi saya berpegang pada ketentuan sampai saat ini masih dipegang oleh pemerintah Provinsi Bali, jadi baik itu bepergian lewat darat, lewat laut, lewat udara," kata Tjokorda Oka Ace kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2