Soal Penolakan Jerinx Cs, Wagub Tegaskan Bali Tetap Berlakukan Tes Corona

Angga Riza - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 14:01 WIB
Wagub Bali Tjokorda Oka Ardhana Sukawati
Foto: Wagub Bali Tjokorda Oka Ardhana Sukawati. (Angga Riza/detikcom).
Denpasar -

Jerinx 'SID' dan sejumlah massa yang tergabung dalam Manusia Nusantara Sehat (Manusa) membuat aksi penolakan tes Corona (COVID-19) sebagai syarat administrasi perjalanan di Bali. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Ardhana Sukawati menegaskan, Pemprov Bali tetap akan memberlakukan syarat itu.

"Saya tidak masuk oleh siapa tapi saya berpegang pada ketentuan sampai saat ini masih dipegang oleh pemerintah Provinsi Bali, jadi baik itu bepergian lewat darat, lewat laut, lewat udara," kata Tjokorda Oka Ace kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Cok Ace itu juga menjelaskan bahwa tes Corona merupakan alat untuk mengukur tingkat kesembuhan. Terkait adanya aksi penolakan tes Corona, dia pun menegaskan pemerintah Provinsi Bali masih memberlakukan tes rapid dan swab.

"Demikian juga untuk mengukur tingkat kesembuhan itu yang digunakan adalah alat ukur itu yang digunakan nah bahwasanya ada penolakan-penolakan itu saya tidak melihat oleh siapanya tetapi saya melihat substansi ketentuan itu yang sampai saat ini masih diberlakukan," tegas Cok Ace.

Sebelumnya diberitakan, Jerinx 'SID' dan Manusa melakukan long march di lapangan Renon, Denpasar, Bali, pada Minggu, 26 Juli 2020. Mereka menyatakan menolak tes Corona.

"Ya, kalau yang dibilang tadi kan kita nolak rapid test dan juga swab itu ketika itu digunakan sebagai suatu syarat administrasi, ya kita tolak," kata koordinator aksi, Krisna Dinata, saat dihubungi detikcom, Minggu (26/7).

Jerinx dan istri juga tampil menyanyi di tengah massa aksi. Penampilannya saat mengikuti aksi dengan tidak memakai masker menjadi sorotan. Ada yang mendukung, ada juga yang menganggap Jerinx sebagai provokator.

Aksi tersebut disorot oleh Satgas Penanganan COVID19, Komisi IX DPR, hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mereka meminta agar warga diberi edukasi seputar bahaya wabah virus Corona dan bahkan meminta polisi turun tangan melakukan tindakan.

(elz/ear)