Muncul 68 Klaster Corona Perkantoran Jakarta, PAN Minta Pemprov Banyak Sidak

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 17:27 WIB
Zita Anjani dkk usai menyerahkan LHKPN (Haris Fadhil/detikcom)
Zita Anjani (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk lebih tegas lagi kepada warga Jakarta menyusul munculnya 68 perkantoran yang menjadi klaster virus Corona (COVID-19). Ia menilai munculnya banyak klaster perkantoran karena tak sedikit warga Jakarta yang bandel dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19 saat berada di kantor.

"Warga DKI ini agak bandel, jadi memang harus tegas sama warga DKI. Coba dibuat aturan, dan yang paling penting bukan hanya aturan, tapi pengawasan," ujar Zita saat dihubungi, Selasa (28/7/2020).

Politikus PAN itu mengatakan warga saat ini sudah bersikap santai di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini. Zita menyebut warga Jakarta sudah mulai abai terhadap protokol kesehatan.

"Terkait perkantoran menjadi klaster, memang kalau kita perhatikan warga DKI juga mulai santai, bebas, tidak ketat lagi menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan," katanya.

Zita mencontohkan pengawasan bisa dilakukan dalam bentuk sidak. Menurutnya, para pegawai di perkantoran banyak yang santai dengan mengabaikan penerapan protokol kesehatan.

"Lakukan banyak sidak, misalnya perkantoran jadi klaster baru COVID, sidak aja, pada pakai masker nggak? Saya kira banyak yang santai buka masker dan ngobrol dekat-dekat, karena menganggap udah boleh masuk kantor, udah biasa," tutur Zita.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta membenarkan terkait data yang menampilkan 68 perkantoran di DKI jadi klaster virus Corona. Dinkes DKI menyebut dari klaster tersebut, 440 pekerja diisolasi lantaran positif COVID-19.

"(Sebanyak) 68 kantor, iya (jadi klaster Corona)," kata Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia saat dihubungi, Selasa (28/7).

Dwi menjelaskan 68 perkantoran yang menjadi klaster Corona itu merupakan data yang berasal dari 'Analisis Data Cluster Perkantoran Jakarta' sejak PSBB tahap I hingga PSBB transisi, yakni 26 Juli. Total, ada 440 karyawan yang positif Corona dari 68 kantor itu. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa perkantoran yang tempatnya sudah bersih dari penyebaran virus Corona.

"(Sebanyak) 68 (perkantoran) itu di tanggal 26 Juli, itu dari awal ya, jadi ada tentu yang kantor-kantor yang sudah selesai. Karena sudah berhasil memutus rantai penularan, karena yang reaktif kita langsung, sehingga tidak menularkan atau tidak berkembang penularan ke orang lain," terang Dwi.

(elz/ear)