Ayah Editor Metro TV Ragu soal Kesimpulan Dugaan Bunuh Diri, Ini Kata Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 13:32 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Polisi mengungkap hasil penyelidikan kematian Yodi Prabowo. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kesimpulan polisi soal dugaan bunuh diri editor Metro TV Yodi Prabowo diragukan oleh keluarga. Ayah almarhum Yodi Prabowo, Suwandi, merasa ada sejumlah kejanggalan, salah satunya soal pakaian Yodi Prabowo yang menurutnya tidak ada darah.

Menjawab hal itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubasgus Ade Hidayat mengatakan pihaknya memang tidak memperlihatkan bukti bercak darah tersebut kepada keluarga, dengan alasan khawatir akan perasaan keluarga.

"Memang saya tidak memperlihatkan baju berlumuran darah itu kepada keluarga yang bersangkutan. Alasannya saya sangat menghargai bagaimana perasaan ketika melihat anaknya berlumuran darah dipertontonkan begitu," kata Tubagus ketika dihubungi detikcom, Selasa (28/7/2020).

Tubagus mengatakan pihak kepolisian berupaya menjaga perasaan keluarga korban saat menyampaikan hasil penyelidikan kasus kematian Yodi Prabowo. Dia juga menambahkan tidak dalam posisi yang ingin bersilang pendapat dengan pihak keluarga.

"Di sini saya nggak mau bantah-bantahan ya. Tapi faktanya, ada fotonya, terus saya memang tidak memperlihatkan foto itu ke keluarganya, ayahnya, ibunya. Tidak diperlihatkan memang karena secara psikis tidak bagus. Orang foto aja kita jaga betul agar tidak tragis ini loh. Tapi bukan berarti kemudian tidak ada darah," sebut Tubagus.

Tubagus menambahkan bahwa alasan untuk tidak menunjukkan foto-foto pakaian Yodi Prabowo yang berlumuran darah tersebut ke media juga sebagai bentuk empati kepolisian kepada pihak keluarga korban.

"Saya dengan maksud menghargai privasinya padahal. Tapi itu juga wartawan pasti punya foto-foto di TKP yang darahnya banyak pasti punya, ketika dibalik jenazahnya terus diambil ininya (pisau), bajunya penuh darah. Logikanya aja lah. Tetapi kalau seperti itu... saya dalam kapasitas sangat-sangat menghargai keluarganya aja gitu loh," tutur Tubagus.

Sebelumnya, ayah Yodi Prabowo, Suwandi, mengungkap sejumlah keraguan atas hasil penyelidikan polisi. Dia mengatakan anaknya tidak mungkin bunuh diri berkaca dari sedikitnya ceceran darah yang ditemukan.

"Lah, kalau dia (Yodi Prabowo) bunuh diri di situ, nggak ada orang lain, itu kan sudah ditemukan pisaunya pisau korban, ya kan, sidik jari korban. Tapi faktanya, saya lihat itu waktu saya datang ke sana, itu bersih, jaketnya bersih, maskernya bersih, helmnya bersih, ya kan, celananya. Kalau dia bunuh diri di situ, logikanya itu begitu ditusuk sedikit saja darah sudah keluar, apalagi 4 kali sampai dalam, pasti darah itu akan muncrat ke mana-mana. Kalaupun dia nggak muncrat, dia akan beleber ke badan. Itu ke badan, terus ke bawah, kalau dia posisinya berdiri, ya, bunuh dirinya. Ke bawah terus ke celana. Berceceran (darahnya), terus pasti banyak (darahnya)," papar Suwandi ketika dihubungi detikcom, Minggu (26/7).

(mea/mea)