Polisi Terjunkan Tim Kaji Unsur Pidana di Aksi Jerinx dkk Tolak Tes Corona

Angga Riza - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 10:23 WIB
Aksi tolak tes Corona di Bali (Dok. Manusa)
Aksi tolak tes Corona di Bali. (Dok. Manusa)
Denpasar -

Aksi Jerinx SID dan massa Masyarakat Nusantara (Manusa) menolak rapid test dan swab disorot IDI hingga Satgas Penanganan COVID-19. Polisi mengatakan aksi yang digelar tanpa menggunakan protokol kesehatan itu tidak sesuai dengan pemberitahuan semula.

"Izin tidak ada kita tidak pernah memberikan izin, hanya mereka memberi tahu judulnya kan aksi damai ternyata kan tidak sesuai," kata Kapolresta Denpasar Kombes Jensen Avitus Panjaitan saat dihubungi detikcom, Senin (27/7/2020) malam.

Aksi Jerinx dkk tak sesuai dengan pemberitahuan yang diberitahukan pihak Polresta. Dalam pemberitahuan, Polisi mengimbau untuk peserta aksi tetap menggunakan protokol kesehatan dan membatasi peserta yang ikut dalam aksi.

Jensen menambahkan, pihaknya akan mendalami aksi yang dilakukan oleh Jerinx SID dkk. Polresta sudah berkoordinasi dengan Polda Bali.

"Mereka ada beberapa hal ini sedang kita dalami nanti sudah turun tim juga untuk mendalami itu kita sudah kordinasi ke Polda ke Krimum untuk menindaklanjuti pasti kalau memang terang benderang kalau ada unsur pidana yang dilanggar di situ pasti orang-orang tersebut yang ada di situ akan dimintai pertanggungjawaban hukum," ungkap Jensen.

Tonton video 'Ada Aksi Tolak Tes Corona di Bali, Doni Monardo: Mereka Akan Dipanggil':

[Gambas:Video 20detik]


Jensen juga menegaskan apa yang disampaikan dalam aksi Jerinx SID dkk sangat tidak tepat. Jensen mengatakan rapid test dan swab merupakan upaya pemerintah untuk meminimalisir dan memetakan penyebaran virus.

"Yang jelas masyarakat harus disadarkan bahwa apa yang mereka sampaikan itu tidak tepat, gitu loh, pemerintah itu melakukan rapid maupun swab itu tujuannya baik untuk meminimalisir tadi untuk kita bisa tahu memetakan virus ini sudah sejauh mana menyebarnya kan harus dilakukan pengecekan gitu loh karena tidak kelihatan," tegas Jensen.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo sebelumnya telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di Bali. Dia meminta para warga yang menolak rapid dan swab test Corona dipanggil dan diberi penjelasan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa tokoh di Bali, mereka yang sejauh ini masih menentang penggunaan rapid test maupun swab test PCR hendaknya dipanggil, hendaknya diberikan penjelasan," kata Doni Monardo dalam jumpa pers usai rapat terbatas, seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/7/2020).

Jerinx 'SID' dan Manusa awalnya melakukan long march di lapangan Renon, Denpasar, Bali, pada Minggu, 26 Juli 2020. Mereka menyatakan menolak tes Corona.

"Ya, kalau yang dibilang tadi kan kita nolak rapid test dan juga swab itu ketika itu digunakan sebagai suatu syarat administrasi, ya kita tolak," kata koordinator aksi, Krisna Dinata, saat dihubungi detikcom, Minggu

Jerinx dan istri juga tampil menyanyi di tengah massa aksi. Penampilannya saat mengikuti aksi dengan tidak memakai masker menjadi sorotan. Ada yang mendukung, ada juga yang menganggap Jerinx sebagai provokator.

Dalam posting-an terbarunya, Jerinx menegaskan bahwa dia tidak melanggar hukum.

"Beberapa media memberi narasi seolah saya 'memprovokasi' warga utk melawan hukum di aksi @menjadimanusa Bali Tolak Rapid/Swab pagi tadi di Renon, namun sejatinya TAK ADA SATUPUN HUKUM yang saya langgar," tegas Jerinx dilihat, Senin (27/7/2020).

(idh/idh)