Aksi Jerinx dkk Tolak Tes Corona Tanpa Protap Kesehatan Dikaji Unsur Pidananya

Angga Riza - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 20:15 WIB
Aksi tolak tes Corona di Bali (Dok. Manusa)
Aksi menolak tes Corona di Bali. (Dok. Manusa)
Denpasar -

Jerinx SID bersama sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) menggelar aksi menolak tes Corona yang digunakan sebagai syarat administrasi. Aksi ini digelar tanpa menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak fisik.

Kasatpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menyatakan masih mempelajari soal aksi tersebut. Dia mengatakan saat ini tidak diatur soal sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

"Kita masih pelajari itu ya tapi belum, di protokol kesehatan tidak ada sanksi itu masalahnya, tidak ada sanksi," kata Dharmadi saat dihubungi detikcom, Senin (27/7/2020).

Dia mengatakan pada aksi yang digelar di Renon, Denpasar, tersebut, peserta aksi sudah diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Namun imbauan tersebut tak dihiraukan dan jumlah peserta aksi pun bertambah banyak secara spontan.

Foto: Aksi tolak tes Corona di Bali (Dok. Manusa)Aksi menolak tes Corona di Bali. (Dok. Manusa)

"Kemarin untuk kegiatan itu ada (penjagaan) dari Satpol PP, ada dari pecalang, ada dari kepolisian. Sebelumnya kita sudah ingatkan, itu diingatkan mereka cuma mereka tidak mau menggunakan kalau dia pemberitahuannya kan pemaklumannya hanya 25 orang dari mereka, tapi kan dari spontanitas kemarin akhirnya menjadi banyak," jelas Dharmadi.

Dia mengatakan, jika ada peserta aksi yang terpapar COVID-19, panitia aksi perlu bertanggung jawab. Dharmadi menegaskan tak ada orang yang kebal terhadap virus mematikan tersebut.

"Tapi ini kita evaluasilah artinya apa yang terjadi kemarin menjadi pemicu kita ke depan jangan sampai ini terjadi. Andaikata dari peserta demo terpapar COVID-19 siapa yang bertanggung jawab? Emang si Jerinx bertanggung jawab? Ndak mungkinlah," ujarnya.

"Saya minta kalau kalau misal ada yang terpapar karena gara-gara kemarin tidak social distancing, terus tidak memakai masker segala macam, kalau mereka ada yang terpapar (mudah-mudahan tidak) kalau ada ya minta pertanggungjawaban kepada panitia yang berkehendak. Ndak ada orang kebal dengan COVID-19, orang sakti apa namanya kena ya kena, sembuh syukur, mati mungkin, gitu loh," tambah Dharmadi.

Tonton video 'Respons IDI soal Aksi Bali Tolak Rapid dan Swab Test':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2