Dalami Peran Tersangka TPPU Danareksa Sekuritas, Petinggi PT ATR Diperiksa

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 22:37 WIB
Kejaksaan Agung
Foto: Kantor Kejaksaan Agung (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung mengusut kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari kasus korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Securitas dan PT Aditya Tirta Renata (ATR) pada 2014-2015. Hari ini penyidik memeriksa dua saksi pengurus perusahaan PT Aditya Tirta Renata.

"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, melakukan pemeriksaan 2 orang pengurus PT. Aditya Tirta Renata (PT ATR) sebagai saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari tindak korupsi (Tipikor) dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas dan PT Aditya Tirta Renata Tahun 2014-2015," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2020).

Adapun pihak yang diperiksa sebagai saksi yaitu Meirina Dyah Pratita selaku Direktur Operasi PT ATR dan Nancy Urania Latif selaku Komisaris PT ATR. Pemeriksaan saksi tersebut untuk mendalami peran tersangka.

"Selaku pengurus perusahaan para saksi dianggap ada kaitannya dengan proses penyaluran dana atau keuangan dari PT. Evio Sekuritas maupun PT. Aditya Tirta Renata yang didalamnya ada peran tersangka TPPU," kata Hari.

Hari menjelaskan pemeriksaan kedua saksi ini untuk kepentingan pemenuhan alat bukti. Kejaksaan ingin memperjelas peran para tersangka dalam perkara ini.

"Oleh karena itu dianggap perlu diminta keterangannya untuk digunakan sebagai alat bukti berupa keterangan saksi guna pembuktian perbuatan tersangka perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dalam pemberian fasiltas pembiayaan dari PT. Danareksa kepada PT Evio Sekuritas maupun kepada PT Adirtya Tirta Renata," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2