Round-Up

Aksi Andi Minta Makam Ibu Dipindah, Kini Geruduk Kantor Kepala Daerah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 20:38 WIB
Andi Esa bersama massa mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel menuntut jasad ibunya dipindah dari makam COVID (Hermawan-detikcom).
Foto: Andi Esa bersama massa mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel menuntut jasad ibunya dipindah dari makam COVID (Hermawan-detikcom).
Makassar -

Wanita asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Arni Esa Putri Abraham kembali melakukan aksi. Andi yang sempat mengadang mobil Gubernur Sulsel, kini menggeruduk Kantor Gubernur Sulsel untuk menuntut pemindahan makam ibunya dari pemakaman khusus COVID-19 di Gowa ke pemakaman khusus keluarga.

Ibu Andi, Nurhayani Abram meninggal di RS Bhayangkara Polda Sulsel pada Jumat (11/5). Saat itu, almarhumah divonis berstatus PDP Corona sehingga dimakamkan dengan protokol COVID-19, meski pihak keluarga saat itu menolak pemakaman dengan protokol COVID.

Pihak keluarga meminta jasad Nurhayani Abram dipindahkan dari makam khusus COVID-19 karena hasil tes swab terhadap almarhumah negatif COVID-19 dan disebut meninggal karena stroke. Hasil tes swab negatif membuat Andi bersama adiknya Andi Amel mengadang mobil Gubernur Sulsel dengan nomor polisi DD 1.

"Iya (itu foto anak saya), Andi Esa dan Andi Amel. Andi Esa yang duduk," ujar ayah Andi Esa, Andi Baso Ryadi Mappasulle saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (22/7). Andi Baso membenarkan foto anaknya tengah mengadang mobil Gubernur Sulsel.

Setelah aksinya mengadang mobil Gubernur Sulsel ramai di media sosial, kini Andi menggeruduk Kantor Gubernur Sulsel. Andi bersama mahasiswa melakukan aksi di depan gapura masuk kompleks Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (27/7), tampak massa mahasiswa yang mendukung keluarga besar Andi Ryadi Mappasulle, yang sejak 2 bulan terakhir ingin memindahkan jasad almarhumah Nurhayani Abram dari pemakaman khusus COVID-19 di Gowa.