Peran Pengelola Pasar Dinilai Efektif Cegah Penularan Corona

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 08:07 WIB
Pasar Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, siap dibuka pada 15 Juni mendatang. TNI dan Polri terlihat berjaga di Pasar Blok A Pasar Tanah Abang.
Ilustrasi. Pasar Tanah Abang dijaga TNI-Polri (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menilai pelibatan TNI-Polri melakukan pengawasan protokol kesehatan di pasar tidak efektif. Sependapat dengan IKAPPI, pakar epidemiologi mengungkap hal yang sama.

"Memang kenapa harus dijaga TNI-Polri? Itu sebaiknya menjadi tanggungjawab pengelola pasar. Jadi kalau pakai TNI-Polri malah nggak efektif," kata Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono kepada wartawan, Sabtu (25/7/2020).

Pandu mengatakan sebaiknya pengawasan protokol kesehatan di pasar dilakukan oleh masing-masing pengelola dan pedagang di pasar. Menurutnya, kegiatan pencegahan penyebaran virus dengan penerapan protokol kesehatan harus berbasis komunitas.

"Komunitasnya itu adalah pengelola pasar, pedagang pasar itu harus diperkuat, diberdayakan mereka. Mereka yang harus menjaga, menata pasarnya. Karena tanpa itu nanti dia nggak bisa hidup, pasar bisa ditutup gitu. Supaya bisa hidup mereka harus menjaga pasarnya benar-benar mempraktikkan 3M," ucap Pandu.

Pandu mendorong pengelola dan pasangan di masing-masing pasar harus bisa bertindak tegas. Jika ada warga yang tak menerapkan protokol kesehatan dilarang masuk berbelanja di pasar tersebut.

"Semua pengunjung, pedagang pakai masker, dengan demikian akan bisa menjadikan pasar yang aman. Kalau ada masyarakat nggak mau cuci tangan nggak boleh masuk pasar. Kenceng aja, jangan melayani masyarakat yang nggak pake masker," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2