Ikappi: 317 Pedagang Pasar di DKI Positif Corona, Gubernur Terlalu Tutup Diri

M Ilman Nafi'an - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 14:06 WIB
Pasar Cempaka Putih Ditutup
Ilustrasi pasar ditutup karena pedagang kena Corona. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merilis data jumlah pedagang pasar di Jakarta yang terpapar virus Corona (COVID-19) sudah berjumlah 317 orang. Ikappi menyoroti Gubernur DKI Anies Baswedan yang dianggap terlalu menutup diri dalam menangani pandemi Corona ini.

Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan 317 pedagang itu berasal dari 49 pasar yang ada di Jakarta. Data ini per Jumat (24/7).

Pedagang yang paling banyak positif Corona berasal dari Pasar Cempaka Putih sebanyak 70 orang. Kemudian disusul Pasar Kramat Jati 49 orang dan Pasar Perumnas Klender 18 pedagang.

"Kami mengidentifikasi adanya penambahan yang cukup tinggi di beberapa pasar, seperti pasar Cempaka Putih, Jakpus, 70 kasus. Pasar Kramat Jati 49 kasus dan beberapa pasar lain. Provinsi tertinggi masih DKI Jakarta sebanyak 317 kasus positif," ujar Reynaldi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/7/2020).

Reynaldi mengatakan beberapa kasus positif Corona di pasar merupakan orang tanpa gejala (OTG). Para pedagang itu tidak merasakan mual, sesak napas, dan gejala lainnya berkaitan dengan COVID-19.

"Beberapa temuan yang terjadi, beberapa kasus positif yang ditemui di pasar tradisional adalah orang yang tanpa gejala, tanpa merasa sakit, tanpa ada indikasi demam atau penyakit lainnya. Kami terus berupaya mendorong kita terus mengumumkan kewaspadaan dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan banyaknya pedagang di pasar yang tertular virus Corona itu karena minimnya pengawasan, sehingga pelaksanaan protokol kesehatan juga tak sepenuhnya berjalan dengan baik.

"Iya salah satunya itu (minim pengawasan), protokol (kesehatan)-nya kurang dijalankan," kata Abdullah.

Abdullah mencontohkan protokol kesehatan yang tak dijalankan itu sabun yang berada di tempat cuci tangan di pasar itu dicampur dengan air, sehingga pengunjung yang datang enggan mencuci tangan.

"Contohnya di tempat cuci tangan itu bercampur antara sabun dengan air, siapa yang mau cuci tangan dengan sabun air," ujarnya.

Dengan adanya temuan itu, Abdullah mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbuka. Salah satunya mau bekerja sama dengan semua pihak.

"Pemprov DKI jangan menutup diri, Pak Gub (Gubernur) ini terlalu menutup diri untuk berdiskusi dengan kelompok-kelompok elemen masyarakat, karena ini untuk kebaikan banyak orang, untuk kebaikan bersama," ucap Abdullah.

"Ya membuka ruang kerja sama, contohnya tadi saya sebut sabun, siapa tahu DKI tidak cukup punya anggaran, jadi mau CSR, BUMN, BUMD, dari luar, ini contoh kecil. Hal-hal lain ya itulah membuka ruang orang lain untuk ikut kerja sama," imbuhnya.

Berikut lokasi pasar di DKI yang pedagangnya positif Corona:

1 Pasar Glodok, 4 pedagang
2 Pasar Kramat Jati, 49 pedagang
3 Pasar Perumnas Klender, 18 pedagang
4 Pasar Serdang, 14 pedagang
5 Pasar Kedip, 2 pedagang
6 Pasar Rawa Kerbau Jakpus, 14 pedagang
7 Pasar Lontar Jakpus, 1 pedagang
8 Pasar Obor, 1 pedagang
9 Pasar Grogol, 1 pedagang
10 Pasar Gondangdia, 1 pedagang
11 Pasar Petojo Enclek, 9 pedagang
12 Pasar Kebayoran Lama, 14 pedagang
13 Pasar Puri Indah, 1 pedagang
14 Pasar Lenteng Agung, 2 pedagang
15 Pasar Embrio Makasar, 1 pedagang
16 Pasar Koja, 1 pedagang
17 Pasar Minggu, 3 pedagang
18 Pasar Thamrin City, 2 pedagang
19 Pasar Timbul Kartini, 5 pedagang
20 Pasar Tanah Abang, 13 pedagang
21 Pasar Sabeni, 3 pedagang
22 Pasar Petojo Ilir, 7 pedagang
23 Pasar Cideng, 2 pedagang
24 Pasar Palmerah, 9 pedagang
25 Pasar Enjo, 10 pedagang
26 Pasar Rawamangun, 1 pedagang
27 Pasar Kampung Ambon, 11 pedagang
28 Pasar Gembrong, 4 pedagang
29 Pasar Kemiri, 1 pedagang
30 Pasar Becek Pondok Labu, 1 pedagang
31 Pasar Bunga Rawa Belong, 1 pedagang
32 Pasar Kopro, 4 pedagang
33 Pasar Mede, 3 pedagang
34 Pasar Blok A Tanah Abang, 1 pedagang
35 Pasar Blok B Tanah Abang, 1 pedagang
36 Pasar Metro Atom, 1 pedagang
37 Pasar Jembatan Merah, 1 pedagang
38 Pasar Karang Anyar, 4 pedagang
39 Pasar Bambu Kuning, 2 pedagang
40 Pasar Gang Kancil, 1 pedagang
41 Pasar Kedoya Utara, 3 pedagang
42 Pasar Sunter Podomoro, 1 pedagang
43 Pasar Belek, 3 pedagang
44 Pasar Pramuka, 7 pedagang
45 Pasar Cempaka Putih, 70 pedagang
46 Pasar Gardu, 3 pedagang
47 Pasar Tempel Pondok Labu, 1 pedagang
48 Pasar HWI Lideteves, 4 pedagang
49 Pasar Asam Reges, 1 pedagang

Tonton video 'Penerapan Panduan Adaptasi Kebiasaan Baru di Pasar Mayestik':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/ear)