ADVERTISEMENT

Kimia Farma Siapkan Pendanaan buat 15 Bidan Inspiratif di Tangerang

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 15:15 WIB
Kimia Farma
Foto: Inkana Putri/detikcom
Jakarta -

PT. Kimia Farma Tbk menginisiasi program Bidan Inspiratif dalam rangka menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bersama Human Initiative dan Kitabisa. Direktur Umum & Human Capital PT. Kimia Farma Tbk Dharma Syahputra mengatakan kualitas kesehatan masyarakat ditentukan dari bagaimana membangun peran keluarga yang sehat. Untuk itu, peran bidan dalam menjaga 1.000 HPK sangat penting dalam menyelamatkan ibu dan anak.

"Yang terpenting adalah pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) ketika anak-anak lahir tumbuh, di mana kita bisa menjamin kesehatannya karena ini akan menentukan masa depan bangsa kita," ujarnya saat ditemui dalam acara Launching Program CSR Bidan Inspiratif di Kimia Farma Learning Centre, Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Dharma mengatakan program CSR ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran para bidan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Dalam pelaksanaannya, Dharma menjelaskan pihaknya akan melakukan pendanaan bagi para bidan yang memiliki ide inspiratif.

"Kami dari Kimia Farma tentu akan membantu ide-ide inspiratif untuk direalisasikan melalui network kami yang akan dibantu Human Initiative dan kami juga akan membantu pendanaannya," jelasnya.

"Kami sadar bahwa ide-ide baik itu harus melibatkan orang-orang baik yang lebih besar sehingga impact bagi bangsa itu lebih besar dan ini akan dibantu oleh Kitabisa untuk menguatkan (program) ini dengan menghubungkan orang-orang baik untuk membantu ide itu melalui platform Kitabisa," ungkapnya.

Lebih lanjut Dharma mengatakan pihaknya sementara menargetkan pendanaan terhadap 15 bidan inspiratif yang ada di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Adapun pendanaannya yang disalurkan menyesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing bidan. Namun, ia berharap program ini bisa berjalan efektif sehingga dapat berlanjut mendanai bidan di wilayah lainnya.

"Ya target kita sih lebih ke aspek impact artinya secara awareness (terhadap kesehatan), kemudian jumlah (bidan) yang akan terlibat. Kalau program support dari kami terhadap 15 bidan inspiratif ini yang akan kita bawa. Dananya nanti kita akan menyesuaikan kebutuhan, kita lihat masing-masing programnya. Tentunya masing-masing inisiatif perlu pendanaan yang berbeda-beda, nanti kami akan menyesuaikan itu dan kami akan melihat partisipasi dari masyarakat. Jadi, kita bergulir saja, tapi komitmen kami bahwa inisiatif itu bisa terealisasi," katanya.

Dalam acara yang sama, Vice President Operations Human Initiative Andjar Radite berharap Program Bidan Inspiratif akan bisa membantu para bidan menemukan solusi terkait isu dan permasalahan di masyarakat.

"Di Program Bidan Inspiratif ini, kami berharap akan muncul bidan-bidan yang inspiratif. Solusi-solusi dari isu dan permasalahan yang dihadapi di lapangan dapat dikemukakan dan tersampaikannya kontribusi yang besar terhadap masyarakat. Hal itu akan menjadi contoh yang baik bagi bangsa yang kemudian bisa diduplikasi dan di skill up ke masyarakat Indonesia di skala yang lebih luas untuk pemanfaatannya," katanya.

Di sisi lain, Chief Executive Officer Kitabisa Alfatih Timur mengatakan akan mengangkat ide inspiratif para bidan ke sosial media sehingga masyarakat bisa ikut terinspirasi dan berdonasi.

"Di Kitabisa, kita sering liat banyak ustad-ustad masuk pedalaman, guru-guru, dokter dan sekarang bidan itu unik banget. Kita belum pernah nih ada bidan makanya ini merupakan keyword yang menarik yang diangkat oleh Kimia Farma karena mungkin bisa dibilang unspoken heroes, jarang disentuh tapi penting untuk diangkat," katanya.

Terkait pendanaan, Alfatih juga mengatakan nantinya akan ada dua partisipasi dalam pendonasian, yakni Kimia Farma dan masyarakat. Ia juga optimis nantinya akan banyak BUMN yang ikut inisiatif berhubungan dengan masyarakat.

"Sebenarnya nanti selain dari donasi masyarakat dari Kimia Farma akan ditambahkan tergantung dari kebutuhan bidan masing-masing. Jadi, idenya di accept dulu oleh Human Initiative, lalu akan dilempar ke publik melihat antusiasmenya. Jadi, ada public participated dan BUMN," katanya.

Sebagai informasi, program Bidan Inspiratif akan diselenggarakan mulai 25 Juli 2020-1 Agustus 2020 untuk proses pendaftaran. Sementara, implementasi program ini akan di mulai 25 September 2020-Mei 2021. Sebagai contoh salah satu ide kreatif yang bisa diikuti adalah program baby spa, prenatal yoga, program konseling, program kelas ibu hamil dan senam hamil.

Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ini adalah merupakan lulusan kebidanan, mempunyai Surat Keputusan (SK) dan Surat Izin Praktik (SIP), memiliki ide kreatif, berdomisili di di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang serta memiliki keinginan terhadap pemberdayaan masyarakat.

"Jadi kami membuka pendaftaran dan para bidan bisa melakukan pendaftaran dan memberikan proposal pengajuan ke kami. Jadi, nanti panitia akan melihat proposal tersebut, dan kami akan mengambil 15 proposal terbaik bidan inspiratif," pungkas Project Manager Bidan Inspiratif Isyi Karimah.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT