Meski Dilarang, Pedagang Pasar Cempaka Putih Masih Gunakan Kantong Plastik

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 10:00 WIB
Kantong Plastik masih digunakan di Pasar Cempaka Putih
Foto: Kantong Plastik masih digunakan di Pasar Cempaka Putih. (Kadek/detikcom).
Jakarta -

Penggunaan kantong plastik belanja dilarang untuk digunakan di mal hingga pasar di DKI Jakarta. Meski demikian pedagang di Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat, masih terlihat menggunakan kantong plastik untuk membawa belanjaan pembeli.

Pantauan detikcom di lokasi, Jalan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2020) pukul 09.10 WIB, terlihat pedagang sedang mengemas barang belanjaan pembeli menggunakan kantong plastik. Para penjual juga terlihat menggantung kantong plastik di depan dagangannya.

Seorang pedagang bumbu dapur bernama Mustihin mengaku sudah mengetahui larangan tersebut. Meski demikian, dia masih menyediakan kantong plastik.

"Udah tahu, kan kayak di Pasar Senen juga nggak boleh. Ya masih nyediain (kantong plastik)," kata Mustihin.

Mustihin menuturkan, dirinya masih menyediakan kantong plastik karena para pembeli rata-rata tidak membawa tempat belanjaan sendiri. Selain itu, alasan lain karena kesadaran pembeli masih kurang.

"Ya karena pembeli juga kan nggak bawa tempat, kesadarannya masih kurang. Terus gimana, mau pakai apa dong," tuturnya.

Kantong Plastik masih digunakan di Pasar Cempaka PutihFoto: Kantong Plastik masih digunakan di Pasar Cempaka Putih. (Kadek/detikcom).

Sementara pedagang pakaian dalam bernama Wati juga mengaku masih menggunakan kantong plastik. Dia mengaku juga sudah mengetahui adanya larangan penggunaan kantong plastik di pasar.

"Masih pakai yang warna putih. Ya buat bungkus," ujar Wati.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan peraturan gubernur (pergub) tentang larangan kantong plastik sekali pakai di mal, swalayan, hingga pasar. Larangan ini efektif mulai berlaku pada 1 Juli.

Larangan ini tertuang di Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat. Pergub ini diteken Anies pada 27 Desember 2019 dan diundangkan pada 31 Desember 2019.

"Selain itu, kewajiban (pengelola) untuk melakukan sosialisasi kepada tenant maupun pengunjung di lokasi malnya," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih dalam keterangannya.

Tonton video 'Operasi Pasar, Kapolda Gorontalo Geram Banyak Warga Tak Bermasker':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/ear)