Program Penggerak Kemendikbud Dievaluasi untuk Perkuat Dukungan

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 22:44 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Foto: Tangkapan Layar YouTube Kemendikbud RI
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi Program Organisasi Penggerak (POP) yang akan berlangsung sekitar 3-4 minggu ke depan sebelum program ini benar-benar diimplementasikan.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memutuskan untuk melakukan proses evaluasi lanjutan untuk menyempurnakan Program Organisasi Penggerak," ujar Nadiem dalam acara Taklimat Media: Informasi Terbaru Program Organisasi Penggerak yang live di akun YouTube resmi Kemendikbud RI, Jumat (24/7/2020).

Menurut Nadiem proses evaluasi ini dilakukan untuk memperkuat dukungan dari masyarakat dan organisasi masyarakat yang sangat penting demi mencapai keberhasilan Program Organisasi Penggerak ini.

"Dukungan masyarakat dan dukungan organisasi masyarakat harus bersama-sama bersatu mendukung program ini agar program ini bisa benar-benar menghasilkan output yang diinginkan," tegasnya.

Nadiem menuturkan organisasi yang benar-benar bekerja di areanya sendiri diharapkan dapat memberikan input bagi Kementerian dan bagi sistem pendidikan Indonesia mengenai teknik yang paling sukses dan bisa dilakukan untuk dibesarkan skalanya bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Hingga saat ini, sudah ada 158 organisasi yang lolos seleksi dari 4.464 organisasi yang mendaftar di POP setelah mengikuti proses evaluasi proposal yang terdiri dari seleksi administrasi, substansi, dan verifikasi.

"Jangan khawatir bagi yang sudah lulus seleksi, ini (evaluasi lanjutan) hanya akan memperkuat (dukungan) pada saat pelaksanaan. Tapi sebelum kita melaksanakan, sangat penting kita melakukan proses evaluasi ini untuk mendapatkan perspektif dari berbagai macam stakeholder," imbuhnya.

Sebagai informasi, Program Organisasi Penggerak ini akan dievaluasi dalam 3-4 minggu ke depan setelah mendapat masukan dari berbagai pihak. Proses evaluasi lanjutan akan melibatkan pakar pendidikan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara.

Saat diimplementasikan, program ini nantinya akan fokus kepada berbagai upaya pengembangan literasi, numerasi, dan karakter di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

(ega/ega)