Nadiem Jelaskan Manfaat Program Organisasi Penggerak bagi Pendidikan

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 22:01 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Foto: Tangkapan Layar YouTube Kemendikbud RI
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan tetap melangsungkan Program Organisasi Penggerak (POP). Menurutnya, program ini memiliki manfaat bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Nadiem mengaku saat pertama kali berbicara dengan berbagai macam guru penggerak, sekolah-sekolah, dan organisasi masyarakat di lapangan, dia melihat ada suatu perspektif baru dalam kebijaksanaan dan strategi pendidikan di Indonesia.

"Saya melihat suatu perspektif baru di mana butir-butir kebijaksanaan atau strategi-strategi perubahan transformasi suatu sekolah, perubahan pelatihan guru, pedagogi, kurikulum, itu banyak sekali sekarang bibit-bibit inovasi kita yang sudah ada di dalam organisasi-organisasi itu," ujar Nadiem dalam acara Taklimat Media: Informasi Terbaru Program Organisasi Penggerak yang live di akun YouTube resmi Kemendikbud RI, Jumat (24/7/2020).

Nadiem pun berharap dengan proses yang terstandar seperti Program Organisasi Penggerak, pihaknya dapat melihat contoh-contoh sekolah dengan pengukuran yang ketat dan menguantifikasi dampak dari masing-masing organisasi tersebut.

Pada saat pihaknya dapat mengukur dampak mereka dari peningkatan literasi dan numerasi, serta dari peningkatan survei karakter mereka, Nadiem mengatakan Kemendikbud bisa mengetahui profil pelajar mereka yang lengkap itu memiliki dampak apa sebelum dan setelah mereka melaksanakan program/

"Pada saat kita bisa mengukur dampak mereka dari peningkatan literasi dan numerasi, dari peningkatan survei karakter mereka, jadi agar profil pelajar mereka yang lengkap itu apa dampaknya sebelum mereka melaksanakan programnya dan setelahnya," ungkapnya.

"Dan dari situ harapan saya adalah Kementerian akan bisa memilih mana metode-metode yang terbaik dan memasukkannya di dalam sistem pendidikan nasional kita sehingga kita bisa memperluas manfaatnya yang telah ditemukan dan dibuktikan oleh organisasi-organisasi hebat ini di masyarakat kita," paparnya.

Sebagai informasi, Kemendikbud akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap Program Organisasi Penggerak sebelum benar-benar diimplementasikan dengan harapan program ini dapat memajukan pendidikan nasional.

Program Organisasi Penggerak sendiri dirancang agar Kemendikbud dapat belajar dari inovasi pembelajaran terbaik yang digerakkan masyarakat. Saat ini dari 4.464 organisasi yang mendaftar POP telah terpilih 158 organisasi lulus seleksi.

Program ini nantinya akan fokus kepada berbagai upaya pengembangan literasi, numerasi, dan karakter di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

(ega/ega)