Kasus Suap Bowo Sidik, KPK Panggil Komisaris PT HTK

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 11:21 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil Komisaris PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Theo Lekamtompassy terkait kasus dugaan suap ke mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Theo dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT HTK, Taufik Agustono.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka TAG (Taufik Agustono)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Theo sebelumnya sudah pernah dipanggil KPK sebagai saksi dalam pusaran kasus ini pada November 2019. Saat itu, Theo dicecar penyidik KPK soal aliran dana kepada Bowo Sidik.

Dalam kasus ini, Taufik Agustono merupakan tersangka baru yang dijerat KPK dari hasil pengembangan. Taufik ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Oktober 2019 dan kini sudah ditahan.

Dalam pengungkapan awal melalui operasi tangkap tangan (OTT), KPK menjerat 3 orang, yaitu Bowo Sidik, Asty Winasti, dan Indung. Asty disebut sebagai Marketing Manager PT HTK, sedangkan Indung adalah asisten Bowo Sidik. Ketiganya telah divonis bersalah terlibat dalam transaksi suap terkait distribusi pupuk menggunakan kapal.

Bowo Sidik sendiri sudah dieksekusi ke Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (18/12/2019) lalu. Dia akan menjalani hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan.

Bowo terbukti menerima suap USD 163.733 dan Rp 311 juta (bila dikurskan dan dijumlah sekitar Rp 2,6 miliar) dalam kasus suap distribusi pupuk menggunakan kapal. Suap itu diterima dari Asty Winasty dan Taufik Agustono. Pemberian suap itu diterima Bowo melalui Indung.

Bowo juga menerima Rp 300 juta dari Lamidi Jimat selaku Direktur Utama PT AIS. Uang tersebut diberikan agar Bowo membantu menagih pembayar utang. PT AIS memiliki piutang Rp 2 miliar dari PT Djakarta Lloyd, berupa pekerjaan jasa angkutan dan pengadaan bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, Bowo Sidik menerima gratifikasi SGD 700 ribu dan Rp 600 juta (sekitar Rp 7,7 miliar). Penerimaan gratifikasi tersebut berkaitan dengan pengurusan anggaran di DPR hingga Munas Partai Golkar.

Tonton video 'Korupsi Proyek Fiktif PT Waskita Karya, KPK Tahan 5 Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/mae)