8 DPO Kelompok John Kei Masih Diburu, Polisi: Diduga Sudah Tinggalkan Jakarta

Luqman Arunanta - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 18:08 WIB
Polda Metro Jaya kembali menangkap anak buah ohn Kei. Terbaru polisi menangkap tersangka terkait penembakan yang mengenai seorang driver ojel online.
Polisi merilis penangkapan kelompok John Kei. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Delapan anak buah John Kei yang ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus penyerangan masih diburu polisi. Para pelaku diduga sudah meninggalkan Jakarta.

"Sangat dimungkinkan dia meninggalkan Jakarta dan kita belum dapat perkembangannya," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020).

Tubagus menyebut delapan DPO ini merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan polisi terhadap para tersangka lainnya. DPO ini tidak terlibat dalam aksi penyerangan di Perumahan Green Lake City maupun di Duri Kosambi.

"(Delapan) DPO itu adalah hasil pengembangan, bukan DPO orang yang melakukan. Kalau orang yang melakukan, itu sudah (diamankan)," ujar Tubagus.

"Semuanya memiliki..., kalau sudah DPO, berarti dibutuhkan. Saat ini masih dicari," imbuhnya.

Sebelumnya, empat orang anak buah John Kei yang masuk DPO polisi terkait kasus penyerangan di Jakarta Barat dan Tangerang menyerahkan diri ke polisi. Polisi menyebut keempat orang tersebut menyerahkan diri karena merasa khawatir keluarganya akan menjadi korban serangan balik dari kelompok Nus Kei.

"Ada empat pelaku (DPO) yang datang sendiri menyerahkan diri. Satu inisial T datang ke Polres Depok. Pada saat itu dia resah keluarganya takut jadi korban keterlibatan pada kasus ini, lalu kemudian menyerahkan diri ke Polres Depok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (29/6).

Seperti diketahui, John Kei ditangkap atas penyerangan terhadap Nus Kei dan keluarganya pada Minggu (21/6) di Perumahan Green Lake City dan Duri Kosambi. Polisi kini telah mengamankan 39 orang, termasuk John Kei, terkait peristiwa berdarah tersebut.

Penyerangan itu disebut-sebut karena John Kei tidak terima atas pembagian uang hasil penjualan tanah di Ambon. Nus Kei, disebut John Kei, telah berkhianat.

Belakangan, polisi juga mengungkap adanya provokasi dari kelompok Nus Kei melalui siaran langsung Instagram salah satu kelompok Nus Kei. John Kei disebut-sebut merencanakan penyerangan tersebut.

Kejadian itu mengakibatkan satu orang keluarga Nus Kei meninggal dunia. Sementara itu, rumah Nus Kei juga mengalami kerusakan akibat penyerangan tersebut.

(mea/mea)